Tiara Ika Putri Christianingrum 0shares AKSI NYATA TOPIK 4. PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA Read More Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris untuk Pertumbuhan Ekonomi menyambut Indonesia Emas 2045 Pendahuluan Sebagai seorang perempuan, minoritas, dari latar belakang kurang mampu, saya merasa sangat beruntung telah menerima berbagai kesempatan pendidikan, termasuk beasiswa dari Djarum Foundation dan Australia Awards serta berkuliah di universitas ternama. Pengalaman-pengalaman ini telah menanamkan rasa tanggung jawab yang dalam untuk berkontribusi kembali kepada masyarakat. Dalam hal ini, menjadi penerima beasiswa dapat membantu saya mencapai tujuan untuk memberikan dampak yang lebih luas, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil. Anak-anak di pedesaan menghadapi tantangan besar dalam mengakses pendidikan. Alya, seorang gadis muda dari pelosok Lampung, bermimpi untuk menjadi seorang dokter namun terkendala di ujian kemampuan bahasa Inggris karena keterbatasan kemampuan pengajar bahasa Inggris di desanya. Kisahnya begitu menyentuh hati dan memperkuat tekad saya untuk berbuat lebih bagi Lampung, tempat saya lahir, besar dan tinggal. Karena saya percaya, penguasaan bahasa Inggris sebagai salah satu disiplin ilmu pendidikan sangatlah penting dalam kemajuan suatu bangsa. Ketertarikan saya terhadap bahasa Inggris bermula saat usia 3 tahun, terinspirasi oleh ayah dan almarhum kakek saya, yang keduanya adalah guru bahasa Inggris. Saya mengambil jurusan Sastra Inggris di Universitas Sanata Dharma, salah satu institusi bahasa Inggris terkemuka di Indonesia, dan aktif terlibat dalam English Debating Society sebagai wakil ketua selama 2 periode, serta meraih juara 3 dalam National English Education Debate pada tahun 2017. Prestasi-prestasi ini membawa saya menjadi salah satu dari 525 penerima beasiswa bergengsi Djarum Beasiswa Plus, terpilih dari lebih dari 20.000 pendaftar di seluruh Indonesia. Selain itu, saya juga dianugerahi peringkat ke-2 Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES) di tingkat universitas pada tahun 2017. Lain halnya dengan kakek dan ayah saya, semangat mengajar tidak serta merta muncul dalam diri saya. Meski lulus dengan predikat summa cumlaude, saya kerap kali ditolak ketika melamar posisi pengajar karena kurangnya pengalaman dan rasa kepercayaan diri. Selama empat tahun semenjak lulus, saya mencoba berbagai jalur karir, mulai dari staf HRD di LSM internasional hingga Relationship Credit Manager di salah satu bank BUMN. Dari pengalaman-pengalaman tersebut, saya menyadari betapa pentingnya kemampuan bahasa Inggris untuk kemajuan karir. Banyak promosi jabatan yang mensyaratkan sertifikat TOEFL/IELTS dan kemampuan berbicara bahasa Inggris, namun sayangnya mayoritas rekan kerja saya kesulitan untuk mendapatkan promosi tersebut karena keterbatasan kemampuan bahasa Inggris. Perjalanan karir saya yang tidak linear ini justru membangkitkan kembali minat saya dan membawa pada titik di mana saya bisa mengajar English for Specific Purposes. Meskipun perjalanan ini penuh dengan tantangan, saya akhirnya menyadari bahwa mengajar bukan sekadar memberikan pengetahuan; ini tentang berbagi, memberdayakan, dan membuka peluang bagi banyak orang. Permasalahan Kemampuan Bahasa Inggris di Provinsi Lampung Provinsi Lampung menghadapi banyak tantangan dalam pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Namun, saya ingin berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam aspek penguasaan bahasa Inggris untuk peluang kerja yang lebih baik, pekerjaan dengan upah tinggi, dan lebih banyak kesempatan internasional. Mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas sangat penting, terutama karena hal ini telah menjadi bagian dari fokus pemerintah nasional dalam menyambut Indonesia Emas 2045. Seperti yang diutarakan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, mulai tahun 2027/2028, bahasa Inggris akan menjadi pelajaran wajib bagi semua Sekolah Dasar di Indonesia, sejalan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk menciptakan lebih banyak peluang. Sayangnya, English Proficiency Index (EPI) di Lampung masih rendah, yaitu 482, dibandingkan dengan provinsi lain yang berada di atas 500. Keterbatasan keterampilan bahasa Inggris ini menghambat pemulihan ekonomi. Misalnya saja dalam bidang pertanian, eksportir lokal kesulitan dalam perdagangan internasional karena keterbatasan penguasaan bahasa Inggris. Begitu pula pada sektor pariwisata, pantai-pantai indah di Lampung kurang dipromosikan secara global akibat hambatan bahasa. Selain itu, para profesional di Lampung, seperti dokter, dosen, dan pegawai bank, juga mengalami kesulitan memenuhi persyaratan bahasa Inggris untuk promosi karir mereka, yang juga berarti menghambat perkembangan Lampung. Tantangan-tantangan ini menunjukkan perlunya pendidikan bahasa Inggris yang lebih baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perkembangan di provinsi Lampung. Masalah ini berakar dari rendahnya kemampuan bahasa Inggris para guru, metode pengajaran yang monoton, dan penilaian yang tidak efektif. Bahasa Inggris tidak diajarkan secara praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari atau kebutuhan yang spesifik. Pemerintah daerah dan universitas telah mencoba mengatasi masalah ini dengan pelatihan bahasa Inggris, lokakarya, dan seminar. Namun, upaya ini terbatas dalam frekuensi dan cakupan. Pelatihan ini sebagian besar hanya mencakup Bahasa Inggris umum dan tidak secara efektif memenuhi kebutuhan spesifik para pelajar. Praktik Baik Pendidikan Bahasa Inggris di Provinsi Lampung Dalam menghadapi tantangan tersebut, praktik baik yang saya lakukan saat ini tentunya sejalan dengan tujuan SDG no (4) Peningkatan Kualitas Pendidikan, no (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta no (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur demi Indonesia yang lebih maju. Pertama, sebagai pengajar bahasa inggris, saya bekerja di Just Speak Indonesia, sebuah lembaga bahasa Inggris yang berfokus pada English for Specific Purposes (ESP) bagi remaja dan profesional muda. Berbeda dengan universitas yang menawarkan bahasa Inggris umum, Just Speak memberikan terobosan dengan menawarkan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan menggunakan metode Creative Interactive and Attractive (CIA), kami telah membantu lebih dari 20.000 siswa dan 300 institusi dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka selama 9 tahun. Selama kurang dari 2 tahun mengajar di sini, saya dianugerahi sebagai “The Most Influential Tutor” pada tahun 2023 dari 30 tutor lainnya. Saya memulai karir saya dengan mengajar kelas pageant. Saya membimbing seorang siswa yang berhasil meraih posisi 3rd Runner Up di ajang Miss Ultra Universe 2023 di Brasil, yang juga mempromosikan provinsi Lampung. Keberhasilan ini membuka jalan bagi saya untuk mengajar bahasa Inggris kepada tokoh-tokoh penting di Lampung, seperti dosen, dokter, eksportir, dan finalis Putri Indonesia yang membutuhkan bahasa Inggris dalam profesi mereka. Saat ini, saya mengajar berbagai kelas ESP, seperti English for Business, English for Medical Purposes, dan persiapan wawancara kerja. Saya juga turut serta membantu pemuda pemudi di Lampung agar unggul di bidang mereka dan berkontribusi pada pengembangan masyarakat. Kedua, sebagai seorang perempuan, saya berusaha menunjukkan kepemimpinan dengan menginspirasi tutor perempuan lainnya melalui pendidikan saya di Universitas Sanata Dharma dengan menerapkan metode pengajaran inovatif yang terbukti cukup berhasil, melihat kesuksesan para siswa saya. Saya juga membimbing tutor perempuan secara informal untuk meningkatkan strategi pengajaran mereka. Dalam kelas pageant, saya turut melatih siswa perempuan saya untuk berani membagikan aspirasinya dan mempromosikan pariwisata Lampung di kancah internasional. Ketiga, saya juga aktif di beberapa kegiatan sosial sebagai pengajar bahasa Inggris volunteer di Just Speak Scholarship yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Just Speak Indonesia. Di komunitas ini, saya menerapkan pendidikan yang demokratis dengan menciptakan lingkungan kelas yang inklusif dan aman, menggunakan pendekatan kesetaraan. Program ini telah memberi manfaat bagi lebih dari 200 pelajar yang kurang beruntung, banyak di antaranya kemudian mendapatkan peluang kerja yang lebih baik. Saya juga melatih guru-guru dari berbagai daerah terpencil di Indonesia melalui program online dari Indonesian Teaching Community (ITC). Program ini telah membantu mewujudkan kesetaraan dalam kompetensi bahasa Inggris di kalangan anggota yang berasal dari berbagai pulau di Indonesia. Kontribusi saya tentunya tidak akan berhenti disini. Sebagai pengajar bahasa Inggris saya akan terus mengasah dan meningkatkan kapasitas saya sehingga kedepannya dapat semakin memperkuat kepemimpinan perempuan, meningkatkan profesionalisme, menerapkan pendidikan yang lebih demokratis, serta menciptakan terobosan-terobosan yang inovatif. Semua rencana ini saya tujukan untuk satu tujuan: meningkatkan pendidikan yang inklusif dan mendorong pemulihan ekonomi di provinsi Lampung, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pembangunan Indonesia, tanah air kita tercinta.