Rezah Anifa·dibaca normal 3 menitTujuan 1: Tanpa Kemiskinan Menggali Potensi Intelektual demi Kesejahteraan Bangsa Masa Depan
Rezah Anifa·dibaca normal 3 menitTujuan 1: Tanpa Kemiskinan Menggali Potensi Intelektual demi Kesejahteraan Bangsa Masa Depan
Muhammad Iqbal Amien·dibaca normal 5 menitTujuan 1: Tanpa Kemiskinan Memutus Cycle of Poverty Melalui Pemerataan Akses terhadap Pendidikan Berkualitas pada Kawasan Kumuh (Slum Area).
Pemberdayaan Warga Desa dengan Dana Desa Sulis Tiowati·Juli 23, 2024Dana Desa (DDs) sebagai salah satu program pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan sudah berjalan hampir sepuluh tahun. Dana trilyunan...0 Komentar·dibaca normal 2 menit
Menggali Kreativitas Tanpa Batas: Adi Soumena Kontribusi Pada High Level Political Forum Ayu Putu Eka Novita·Juli 22, 2024Adi Soumena, seorang mahasiswa komunikasi di President University dan perwakilan internasional di Youth Advisory Board SOS Children's Villages, menunjukkan dedikasi dan semangat tinggi dalam menggali kreativitas serta kontribusi pada forum global. Terlibat dalam berbagai proyek dan organisasi, Adi memanfaatkan keahlian dalam komunikasi digital, pemasaran, dan manajemen proyek untuk mengatasi tantangan global terkait pendidikan dan hak anak. Kehadirannya di High Level Political Forum (HLPF) 2024 merupakan bagian dari upayanya untuk mewakili suara pemuda, mempengaruhi kebijakan internasional, serta membangun jaringan yang kuat dengan pemimpin global. Sebagai anak yang tumbuh dalam pengasuhan alternatif, Adi menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses dan memenuhi hak-hak anak, termasuk keterbatasan pendidikan, ketidaksetaraan sosial, dan akses terbatas ke layanan kesehatan. Namun, semangat dan komitmennya untuk mengatasi hambatan ini melalui berbagai inisiatif dan kampanye, baik di tingkat nasional maupun internasional, menunjukkan kemampuan luar biasa dalam berkontribusi positif bagi masyarakat. Upaya Adi dalam kolaborasi dan pemberdayaan pemuda menjadi kunci penting dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 dan menciptakan perubahan yang inklusif dan berkelanjutan.0 Komentar·dibaca normal 7 menit
DARI JAGA BOCAH MENUJU KETAHANAN KELUARGA SEBAGAI PEMENUHAN HAK ANAK MELALUI PENGASUHAN POSITIF DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ayu Putu Eka Novita·Juli 21, 2024Pada periode Januari hingga Maret 2024, DI. Yogyakarta mencatat terdapat 146 anak rentan bermasalah, yaitu anak-anak usia 15-18 tahun yang direkomendasikan oleh satuan pendidikan dan dinas terkait sebagai "anak yang bermasalah" di sekolah. Menanggapi permasalahan ini, SOS Children's Village Yogyakarta dengan dukungan dari DP3AP2A DIY, meluncurkan Program Ketahanan Keluarga melalui Pengasuhan Positif bernama "Jaga Bocah". Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan melindungi hak-hak anak melalui pendekatan pengasuhan positif. Melibatkan pemerintah, keluarga, dan masyarakat, program ini menawarkan pelatihan dan pendampingan dalam perlindungan anak, pengembangan karakter, dan akses kebutuhan dasar keluarga. Melalui kegiatan seperti pelatihan, diskusi kelompok terarah, dan koordinasi dengan lembaga terkait, diharapkan tercipta sistem dukungan sosial yang kuat bagi anak-anak, remaja, dan keluarga mereka di DI. Yogyakarta.0 Komentar·dibaca normal 5 menit
TRANSFORMASI DESA DIGITAL IMAM SANTOSO·Juli 20, 2024TRANSFORMASI DESA DIGITAL Oleh: Ir. Ar. Imam Santoso, S.T., IAI., ASEAN Architect., IPM Â Kemiskinan di beberapa wilayah...Desa tanpa kemiskinanSDG Academy0 Komentar·dibaca normal 4 menit
AUTOMATISASI PENDIDIKAN BERKELANJUTAN MELALUI STRUKTURISASI KOLABORASI LINTAS GENERASI Haidar Taqiuddin·Juni 9, 2024Tulisan ini mengusulkan solusi dari angka putus sekolah yang tinggi dan ketidakmerataan pendidikan di Indonesia. Melalui semboyan "Tut Wuri Handayani" bukan hanya guru, tetapi penggiat pendidikan bisa ikut serta menjalankan pendidikan yang keberlanjutan dan merata. Semua bisa menjadi pahlawan indonesia.bangun indonesiafilosofi pendidikanindonesia majuKearifan lokalketimpangan pendidikanki hajar dewantarapahlawan indonesiapembangunan ekonomipembangunan pendidikanpendidikan humanispendidikan keberlanjutanpendidikan merataputus sekolahsolusi bangsa0 Komentar·dibaca normal 6 menit