fbpx
Penulis, 2024

BERSAMA MENCAPAI TUJUAN SDGs MELALUI INOVASI DESAIN BUKU CERITA BERGAMBAR HEWAN ENDEMIK BERBASIS NILAI-NILAI SDGs (SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS) UNTUK MEMBENTUK KARAKTER WARGANEGARA GLOBAL SISWA

Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut mendukung dan menyepakati program pembangunan berkelanjutan, komitmen Indonesia dalam mensukseskan tujuan – tujuan yang terdapat pada program pembangunan berkelanjutan terlihat dari penandatanganan Peraturan Presiden Nomor 59 pada bulan Juli tahun 2017 tentang pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Tujuan pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, menjaga kualitas lingkungan hidup, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas hidup generasi selanjutnya.

Walaupun Indonesia menjadi salah satu negara yang mendukung program pembangunan berkelanjutan atau SDGs namun pada kenyataanya hal ini berbanding terbalik dengan hasil capaian SDGs yang dikemukakan oleh Sustainable Development Report pada tahun 2022 mengenai hasil capaian SDGs negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara Asean lainya, Indonesia berada diurutan kelima dengan skor SDGs 69,16% tepat dibawah Malaysia yang berada diposisi keempat dengan skor capaian 70,38%, Singapura berada diposisi ketiga dengan skor capaian 71,72%, Vietnam 72,76% dan diposisi teratas ditempati oleh Thailand dengan perolehan skor 74,13 %.

Rendahnya skor Indeks Pembangunan Berkelanjutan (SDGs Index) di Indonesia menjadi cerminan tantangan serius yang perlu diatasi untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Untuk mengatasi hambatan ini, peran pendidikan karakter muncul sebagai elemen kritis dalam membangun fondasi masyarakat yang berkomitmen terhadap prinsip-prinsip SDGs.

Apabila dikaji dari sisi pendidikan nilai dan karakter 17 tujuan pembangunan berkelanjutan memiliki keterkaitan yang sangat erat dimana Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) mencakup berbagai aspek kehidupan dan lingkungan yang perlu ditingkatkan untuk mencapai dunia yang lebih berkelanjutan. Pendidikan nilai dan karakter menjadi inti yang dapat mendukung pencapaian SDGs, karena menciptakan warga negara global yang beretika, berkarakter baik dan bertanggung jawab adalah kunci untuk mengatasi tantangan-tantangan global.

Misalnya, SDG 4, Pendidikan Berkualitas, menekankan pentingnya memastikan semua orang mendapatkan pendidikan yang berkualitas sepanjang hidup. Pendidikan nilai dan karakter memainkan peran krusial dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pengetahuan akademis tetapi juga pada pengembangan karakter positif seperti etika, empati, dan kepedulian sosial. SDG 5, Kesetaraan Gender, dapat diperkuat melalui pendidikan nilai yang mempromosikan kesetaraan, menghilangkan stereotip gender, dan mengajarkan penghargaan terhadap keberagaman gender. Begitu juga, SDG 16, Perdamaian, Keadilan, dan Institusi Kuat, dapat didukung oleh pendidikan karakter yang mengajarkan nilai-nilai perdamaian, resolusi konflik, dan keadilan sosial. Pendidikan nilai dan karakter juga berperan dalam mendukung SDG 13, Tindakan untuk Iklim, dengan mengajarkan nilai-nilai keberlanjutan, tanggung jawab terhadap lingkungan, dan perilaku ramah lingkungan. Dengan demikian, pendidikan nilai dan karakter menjadi instrumen yang efektif dalam mencapai SDGs secara holistik, membentuk individu yang sadar lingkungan, memiliki sikap inklusif, dan bertanggung jawab terhadap perubahan positif di dunia.

Pendidikan karakter memiliki peran strategis dalam menciptakan warga negara yang memiliki nilai-nilai moral, etika, dan kepedulian sosial. Dalam konteks SDGs, di mana tantangan melibatkan kompleksitas isu-isu seperti ketidaksetaraan, ketidakadilan, dan degradasi lingkungan, pendidikan karakter menjadi instrumen yang kuat untuk membentuk sikap dan perilaku yang dapat memberikan dampak positif. Melalui pendidikan karakter, individu dilatih untuk memahami makna tanggung jawab sosial terhadap sesama dan lingkungan. Dalam menyikapi rendahnya skor SDGs di Indonesia, pendidikan karakter muncul sebagai solusi yang merangkul nilai-nilai moral dan etika sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan. Melalui pendidikan ini, Indonesia dapat mencetak generasi yang berkomitmen untuk berkontribusi positif dalam mencapai SDGs, merespons isu-isu kompleks, dan membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Dalam membentuk warga negara Indonesia yang memiliki karakter warga negara global dan kompetensi abad 21 tentunya diperlukan inovasi dalam pembelajaran khususnya inovasi dalam sumber belajar  untuk menarik minat belajar peserta didik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, Prastowo (2015: 21) menyatakan, “Sumber belajar adalah segala sesuatu (bisa berupa benda, data, fakta, ide, orang, dan lain sebagainya) yang bisa menimbulkan proses belajar”. Penggunaan sumber belajar yang telah dirancang dan dipersiapkan oleh seorang guru dalam proses pembelajaran, dimaksudkan agar proses pembelajaran dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. Apabila kebutuhan sumber belajar terpenuhi maka dapat dipastikan kualitas pendidikan di sekolah ikut meningkat, serta motivasi belajar siswa menjadi lebih baik. Salah satu sumber belajar yang sangat penting adalah sumber belajar cetak, salah satu contohnya adalah buku cerita bergambar. 

Mengutip Lickona (1991), karakter moral merupakan inti dari pendidikan, dan pembentukan karakter dapat dimulai sejak usia dini. Melibatkan anak-anak dalam pengenalan karakter warga negara global sejak dini adalah langkah yang strategis untuk membentuk sikap, nilai, dan perilaku mereka di masa depan. Keterlibatan anak-anak dengan buku cerita bergambar hewan endemik dapat menjadi pintu gerbang untuk menginternalisasi nilai-nilai universal yang mendorong keberlanjutan dan keadilan, seperti yang tercakup dalam SDGs.

Sementara itu, menurut Lambert dan Pike (2005), buku cerita bergambar tidak hanya menyajikan naratif yang menarik bagi anak-anak tetapi juga memberikan kesempatan untuk membahas isu-isu kompleks dan mendidik mereka tentang keanekaragaman hayati dan perlindungan lingkungan. Buku cerita bergambar hewan endemik, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari keanekaragaman alam, dapat menjadi alat yang bermakna untuk menyampaikan konsep-konsep ini kepada anak-anak. Tantangan utama yang dihadapi dalam konteks ini adalah bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai SDGs ke dalam buku cerita bergambar tersebut dan memastikan bahwa pesan yang disampaikan relevan dengan konteks lokal dan budaya anak-anak.

Buku cerita bergambar memiliki daya tarik visual dan naratif yang kuat, menciptakan pengalaman membaca yang mendalam dan bermakna. Melalui cerita yang disampaikan, buku ini menjadi alat efektif untuk mentransmisikan nilai-nilai karakter yang diinginkan, seperti kejujuran, kerjasama, tanggung jawab, dan empati. Pendidikan karakter melalui buku cerita bergambar memberikan keleluasaan untuk mengajarkan konsep abstrak seperti moralitas dan etika dengan cara yang dapat dipahami oleh anak-anak. Kisah-kisah yang menyentuh hati dan mencerminkan kehidupan sehari-hari membantu anak-anak memahami makna nilai tersebut dan menginternalisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar 1.0 (Halaman Sampul Desain Buku Cerita Bergambar Hewan Endemik Indonesia Berbasis Nilai-Nilai SDGs)

Inovasi buku cerita bergambar hewan endemik berbasis nilai-nilai SDGs diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang keberagaman hayati dan kepedulian terhadap lingkungan.  Buku cerita bergambar yang mengangkat hewan endemik berbasis nilai-nilai SDGs (Sustainable Development Goals) memiliki peran penting dalam upaya membentuk karakter warga negara global. Melalui narasi yang menyentuh nilai-nilai keberlanjutan, keadilan, dan kerjasama, buku semacam itu tidak hanya menghibur anak-anak tetapi juga membimbing mereka untuk memahami isu-isu global yang relevan. Dengan menyajikan karakter hewan endemik, buku ini memperkenalkan anak-anak pada keanekaragaman hayati dan keunikan lingkungan sekitar mereka. Selain itu, nilai-nilai SDGs yang terkandung dalam cerita membantu membentuk karakter anak-anak dengan mengajarkan empati, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap keberlanjutan planet ini. Dengan demikian, buku cerita bergambar berbasis nilai-nilai SDGs tidak hanya menjadi sumber pengetahuan yang bermanfaat, tetapi juga alat efektif dalam membangun karakter anak-anak sebagai warga negara global yang peduli dan bertanggung jawab terhadap dunia yang lebih besar.

Belajar Karakter dan Nilai-Nilai SDGs dari Harimau Sumatra
Belajar Karakter dan Nilai-Nilai SDGs dari Harimau Sumatera

Sebagai contoh pertama-tama, karakter “Harimau Sumatera” mungkin mencirikan individu yang gigih, tangguh, dan memiliki semangat pemburu dalam menghadapi tantangan global. Mereka mungkin memiliki naluri kepemimpinan dan keberanian untuk melibatkan diri dalam inisiatif yang mendukung keberlanjutan dan keadilan global. Situasinya mungkin muncul dalam partisipasi aktif dalam kampanye lingkungan, advokasi untuk hak asasi manusia, atau terlibat dalam upaya penanggulangan kemiskinan di tingkat global.

Belajar Karakter dan Nilai-Nilai SDGs dari Komodo
Belajar Karakter dan Nilai-Nilai SDGs dari Komodo

Di sisi lain, karakter “Komodo” dapat mencerminkan individu yang tenang, bijaksana, dan memiliki ketahanan terhadap perubahan. Mereka mungkin menunjukkan kepedulian mendalam terhadap keberlanjutan, melakukan langkah-langkah yang konsisten dan berkelanjutan dalam mendukung isu-isu global. Situasinya mungkin terlihat dalam upaya mereka untuk mengurangi jejak ekologis, mendukung proyek-proyek konservasi, dan mempromosikan perdamaian melalui pendekatan yang berkelanjutan.

Belajar Karakter dan Nilai-Nilai SDGs dari Elang Jawa
Belajar Karakter dan Nilai-Nilai SDGs dari Elang Jawa

Karakter “Elang Jawa” dapat mencirikan individu yang visioner, adaptif, dan memiliki pandangan jauh ke depan dalam menghadapi dinamika global. Mereka mungkin memiliki kepekaan terhadap isu-isu masa depan, seperti teknologi dan inovasi, serta berpartisipasi dalam proyek-proyek yang mendorong perkembangan positif secara global. Situasinya mungkin mencakup keterlibatan dalam riset ilmiah, proyek-proyek teknologi yang berkelanjutan, atau mendukung pendidikan global.

Dengan demikian Secara keseluruhan, buku cerita bergambarhewan endemik berbasis nilai-nilai SDGs diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap minat baca dan pengetahuan anak. Pendekatan ini memberikan dimensi cerita yang menarik dan imajinatif, menciptakan koneksi emosional antara karakter hewan endemik dan pengalaman anak-anak. Dengan memanfaatkan daya tarik visual dan naratif, buku bergambar ini dapat merangsang minat baca anak-anak serta memberikan wawasan terhadap keragaman dunia dan isu-isu global. Melalui perpaduan pendekatan edukatif dan hiburan, buku karakter hewan endemik berbasis nilai-nilai SDGs menjadi sarana efektif untuk mengembangkan pengetahuan anak mengenai SDGs dan memotivasi mereka untuk menjadi warga negara global yang penuh pemahaman dan perhatian terhadap lingkungan global.

LAMPIRAN INOVASI DESAIN BUKU CERITA BERGAMBAR BERBASIS NILAI-NILAI SDGs:

REFERENSI:

Lambert, M., & Pike, L. (2005). Reading Picture Books with Children. Teacher Created Materials.

Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam.

Prastowo, Andi. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif: Menciptakan Metode Pembelajaran Yang Menarik dan Menyenangkan. Yogyakarta: Diva Press.