Isra Mikraj 2027 tercatat dua kali sebagai libur nasional, yakni Selasa, 5 Januari dan Minggu, 26 Desember. Keduanya memperingati 27 Rajab pada tahun Hijriah yang berbeda.
Jadwal itu tercantum dalam SKB tiga menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027. Pemerintah menetapkan 18 hari libur nasional serta delapan hari cuti bersama.
Penetapan dua tanggal ini bukan karena peristiwa Isra Mikraj terjadi dua kali. Kalender Masehi 2027 memuat peringatan 27 Rajab 1448 Hijriah pada Januari dan 27 Rajab 1449 Hijriah pada Desember.
Dua Tanggal Merah Isra Mikraj dalam Kalender 2027
Daftar resmi mencatat, “Selasa, 5 Januari 2027: Isra Mikraj Nabi Muhammad saw.” dan “Minggu, 26 Desember 2027: Isra Mikraj Nabi Muhammad saw.”, sebagaimana dimuat dalam SKB 3 Menteri.
Berikut rincian dua tanggal yang bisa ditandai masyarakat dalam kalender tahun depan.
- Selasa, 5 Januari 2027, Isra Mikraj 1448 Hijriah. Tanggal ini menjadi libur nasional pertama untuk peringatan Isra Mikraj dalam kalender Masehi 2027.
- Minggu, 26 Desember 2027, Isra Mikraj 1449 Hijriah. Tanggal ini kembali ditetapkan sebagai hari libur nasional pada penghujung tahun, bertepatan dengan 27 Rajab tahun Hijriah berikutnya.
Kementerian Sekretariat Negara memuat kedua hari itu dalam daftar resmi hari libur nasional. SKB ditandatangani tiga menteri pada 15 September 2026 dan menjadi acuan jadwal libur tahun berikutnya.
Untuk melihat rincian seluruh daftar tanggal merah, hari libur nasional, dan alokasi cuti bersama sepanjang tahun, Anda dapat menyimak kalender 2027 lengkap SKB 3 Menteri.
Mengapa Isra Mikraj Muncul Dua Kali pada 2027?
Kalender Hijriah bertumpu pada siklus Bulan, sedangkan kalender Masehi mengikuti peredaran Bumi mengelilingi Matahari. Perbedaan dasar hitung ini membuat panjang kedua tahun tidak sama.
Almanak BMKG mencatat satu tahun Hijriah sekitar 354 atau 355 hari. Sementara tahun Masehi berisi 365 hari atau 366 hari saat kabisat, selisihnya sekitar 10 hingga 11 hari.
Akibat selisih itu, tanggal 27 Rajab maju sekitar 10 atau 11 hari setiap tahun jika dilihat dari kalender Masehi. Pergeseran bertahap tersebut membuat dua tanggal Rajab masuk ke 2027.
Pada awal 2027, 27 Rajab 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 5 Januari. Menjelang akhir tahun, 27 Rajab 1449 Hijriah tiba pada Minggu, 26 Desember, masih di tahun Masehi yang sama.
Selang kedua tanggal itu sekitar 355 hari, lebih pendek daripada satu tahun Masehi. Karena itu, kalender dapat memuat dua peringatan dari tahun Hijriah berurutan sebelum pergantian tahun Masehi.
Fenomena serupa bisa terjadi pada hari besar Islam lain. Tanggal Hijriahnya mengikuti kalender lunar, sementara tanggal Masehinya bergeser dari tahun ke tahun.
Dua Tanggal, tetapi Satu Peristiwa dalam Sejarah Islam
Isra Mikraj diperingati setiap 27 Rajab untuk mengenang perjalanan malam Nabi Muhammad SAW. Isra berlangsung dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu Mikraj menuju Sidratul Muntaha.
Peristiwa ini juga berkaitan dengan perintah salat lima waktu bagi umat Islam. Dua tanggal dalam kalender 2027 tetap merujuk pada satu peristiwa yang sama, bukan dua kejadian berbeda.
Nilai peringatan ini biasanya diisi dengan pengajian, doa, atau kegiatan masjid sesuai kebiasaan setempat. Bentuk kegiatannya bisa berbeda, tetapi tanggal dalam kalender nasional membantu warga menyiapkan agenda.
Perbedaan tanggal Masehi tidak mengubah tanggal peringatan dalam kalender Hijriah. Pergeseran muncul saat satu sistem penanggalan dipetakan ke sistem lain yang memiliki panjang tahun berbeda.








