Peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat tahun 2026 dijadwalkan mengetahui hasil ujian pada 23 Desember 2026. Nilai resmi diterbitkan dalam Sertifikat Hasil TKA (SHTKA).
Siswa tidak perlu mencari tautan pengumuman yang meminta data pribadi secara sembarangan. Sertifikat dibagikan sekolah, sedangkan keasliannya bisa diperiksa melalui portal resmi Kemendikdasmen.
Rilis hasil berlangsung setelah tes utama pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 dan tes susulan pada 16 hingga 29 November 2026. Kementerian mengolah nilai sebelum tanggal pengumuman.
Informasi ini perlu dicatat siswa kelas XII dan orang tua, terutama yang akan memakai nilai TKA untuk seleksi pendidikan lanjutan. Sekolah mengatur pembagian sertifikat resmi kepada peserta.
Sebelum tanggal pengumuman tiba, peserta perlu mencatat jadwal rilis, jalur penerimaan sertifikat, serta cara memastikan dokumen yang diterima benar berasal dari sistem Kemendikdasmen.
Kapan Pengumuman Hasil TKA SMA 2026 Keluar?
Kemendikdasmen menjadwalkan pengumuman hasil TKA SMA, SMK, MA, dan sederajat pada Rabu, 23 Desember 2026. Jadwal tersebut tercantum dalam pusat informasi resmi TKA tahun 2026.
Pengumuman ditempatkan setelah pelaksanaan utama dan susulan selesai. Kementerian perlu mengolah jawaban peserta, memeriksa data, serta menyiapkan dokumen sebelum hasil diteruskan ke sekolah.
Rangkaian TKA tahun ini telah dimulai sejak pendaftaran pada 27 Juli hingga 27 September 2026. Peserta kemudian mengikuti simulasi dan gladi bersih sebelum memasuki jadwal ujian utama.
Agar tidak tertukar dengan agenda TKA jenjang SD dan SMP, siswa dapat memeriksa rincian alur dan tahapan pelaksanaan selengkapnya melalui jadwal TKA SMA 2026 resmi dari Kemendikdasmen.
Siswa yang sudah mengikuti ujian utama tetap perlu memperhatikan informasi tentang ujian susulan. Peserta yang masuk jadwal susulan juga menunggu pengolahan hasil sebelum sertifikat dibagikan.
Mekanisme Pengumuman dan Penyaluran Nilai TKA 2026
Hasil ujian tidak langsung diumumkan melalui daftar nilai terbuka yang bisa diunduh semua peserta. Kemendikdasmen lebih dulu mengolah hasil, lalu menerbitkan dokumen resmi untuk diteruskan ke sekolah.
Dokumen yang menjadi dasar pemeriksaan sekolah adalah Daftar Kolektif Hasil TKA atau DKHTKA. Isinya berupa rekapitulasi nilai peserta dalam satuan pendidikan yang bersangkutan.
Dalam mekanisme kementerian, DKHTKA disalurkan lewat dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama sesuai kewenangan. Mereka memeriksa identitas murid dan kepala sekolah.
Setelah pemeriksaan di tingkat daerah, DKHTKA diteruskan kepada satuan pendidikan. Sekolah kemudian mencocokkan identitas dan data nilai sebelum mencetak Sertifikat Hasil TKA untuk setiap peserta.
“Pengumuman bukan langsung ke individu murid tapi melalui sekolah,” kata Rahmawati pada 6 November 2025, dikutip dari Kompas.com. Pernyataan itu menjelaskan penyaluran hasil pada tahun sebelumnya.
Surat edaran Kemendikdasmen tahun 2025 mengatur verifikasi dan penandatanganan DKHTKA oleh pejabat berwenang sebelum dokumen diberikan kepada sekolah. Tahapan itu menjadi gambaran distribusi.
Untuk 2026, peserta perlu mengikuti pemberitahuan sekolah tentang pembagian sertifikat. Menu dan waktu akses pada sistem tahun lalu belum tentu sama dengan pelaksanaan tahun ini.
Sesudah sekolah menerima dan memeriksa dokumen, SHTKA diberikan kepada murid yang mengikuti asesmen. Sertifikat itu berisi hasil individu dan menjadi dokumen resmi capaian akademik peserta.
Bagaimana Cara Mengecek Hasil TKA SMA 2026?
Siswa memperoleh sertifikat hasil ujian dengan menghubungi sekolah tempat terdaftar sebagai peserta. Pihak sekolah akan menginformasikan waktu dokumen diterima dan cara pembagiannya.
Setelah tanggal pengumuman, siswa dapat melakukan beberapa pemeriksaan berikut ketika sekolah mulai membagikan SHTKA. Langkah ini membantu memastikan dokumen diterima dan terbaca dengan benar.
- Hubungi wali kelas atau operator sekolah untuk menanyakan apakah SHTKA sudah diterima dan siap dibagikan kepada peserta TKA.
- Terima sertifikat dari sekolah, lalu periksa nama, nomor peserta, jenjang pendidikan, dan data identitas lain yang tercantum di dalamnya.
- Cocokkan nilai setiap mata pelajaran dengan informasi yang ditampilkan pada dokumen. Pastikan tidak ada bagian yang tertukar atau salah mencantumkan identitas.
- Simpan salinan digital dan cetak SHTKA dengan baik. Dokumen tersebut dapat diperlukan ketika peserta mengikuti proses seleksi akademik atau verifikasi pendidikan.
- Jika ditemukan perbedaan identitas atau nilai, segera laporkan kepada operator sekolah agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme pembaruan data yang berlaku.
Cara Verifikasi Nilai Melalui Portal SHTKA
Selain menerima dokumen dari sekolah, peserta dan orang tua bisa memeriksa keaslian sertifikat melalui Portal Verifikasi Publik SHTKA. Kemendikdasmen menyediakan layanan daring ini untuk mengecek data hasil asesmen.
Pengguna bisa membuka alamat shtka.kemendikdasmen.go.id melalui peramban. Portal ini menyediakan layanan pencarian sertifikat berdasarkan nomor peserta dan pemeriksaan nilai menggunakan Kode ID.
Berikut tahapan pengecekan yang tercantum dalam petunjuk resmi Kemendikdasmen:
- Buka situs shtka.kemendikdasmen.go.id melalui browser HP atau komputer.
- Masukkan nomor peserta TKA sesuai yang tercantum dalam dokumen resmi, kemudian tekan tombol Cari Nomor Peserta TKA.
- Periksa hasil pencarian. Apabila nomor peserta ditemukan dan datanya sesuai, sistem akan menampilkan status Terverifikasi serta tombol Lihat Detail.
- Tekan Lihat Detail, kemudian masukkan Kode ID yang tertera di bagian kanan bawah sertifikat SHTKA milik peserta.
- Tekan tombol Lihat Nilai untuk menampilkan identitas peserta, nilai setiap mata pelajaran, serta kategori capaian TKA.
Kode ID harus diisi persis seperti yang tercetak pada sertifikat, termasuk huruf kapital dan tanda baca. Peserta yang belum memiliki kode perlu menunggu SHTKA dibagikan sekolah.
QR Code pada sertifikat mengarahkan pengguna ke detail dokumen di portal verifikasi. Peserta dapat memindainya untuk membuka halaman pemeriksaan tanpa mengetik alamat situs secara manual.
Apakah Siswa Bisa Mengecek Nilai Tanpa Melalui Sekolah?
Sekolah tetap menjadi saluran pembagian SHTKA, sementara portal publik dipakai untuk memeriksa sertifikat dan nilainya. Karena itu, dua layanan ini memiliki fungsi yang berbeda bagi peserta.
Sebagian peserta mengira portal verifikasi menjadi tempat mengambil sertifikat. Padahal, layanan itu menampilkan nilai setelah pengguna memasukkan nomor peserta dan Kode ID dari dokumen resmi.
Orang tua, perguruan tinggi, dan lembaga lain juga bisa memeriksa keikutsertaan serta hasil TKA melalui portal itu. Fitur tersebut membantu memastikan sertifikat sesuai data resmi kementerian.
Peserta perlu menerima SHTKA dari sekolah terlebih dahulu karena Kode ID tercetak pada dokumen. Setelah memilikinya, barulah rincian nilai bisa dibuka melalui portal verifikasi resmi.
Apa Saja Informasi yang Tercantum dalam Sertifikat TKA?
SHTKA adalah dokumen individu yang memuat capaian peserta pada mata pelajaran yang diujikan. Kementerian menerbitkannya, kemudian sekolah menyerahkan dokumen kepada murid.
Untuk jenjang SMA/MA/SMK, mata uji mencakup Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan. Nilai dan kategori capaian dicantumkan pada rincian hasil peserta.
Portal menampilkan identitas peserta, status keikutsertaan, nilai setiap mata pelajaran, serta kategori capaian. Peserta bisa mencocokkan informasi tersebut dengan SHTKA yang diterima dari sekolah.
SHTKA juga memiliki identitas pengaman berupa Kode ID dan QR Code. Kedua elemen itu membantu pihak yang berkepentingan memeriksa apakah sertifikat benar diterbitkan melalui sistem resmi kementerian.
Peserta sebaiknya memeriksa seluruh informasi sebelum menyimpan dokumen. Jika ada kekeliruan nama atau identitas, sampaikan kepada sekolah agar perubahan dilakukan melalui jalur pembaruan data resmi.
Apa Kegunaan Hasil TKA bagi Siswa Kelas XII?
TKA tidak menentukan kelulusan siswa. Sekolah tetap menetapkan kelulusan, sedangkan hasil asesmen memberi gambaran kemampuan akademik dan bisa digunakan untuk kebutuhan seleksi pendidikan.
Bagi kelas XII, hasil TKA menjadi validator nilai rapor pada jalur SNBP. Nilainya juga bisa menjadi pertimbangan seleksi mandiri, bergantung pada kebijakan perguruan tinggi tujuan.
Perguruan tinggi swasta juga dapat mempertimbangkan sertifikat TKA sesuai aturan penerimaan masing-masing. Siswa perlu memeriksa ketentuan kampus karena kebijakan seleksi tidak selalu sama.
Nilai TKA sebaiknya disimpan bersama dokumen pendidikan lain. Peserta dapat menyiapkan salinan digital agar lebih mudah menggunakannya saat proses pendaftaran atau verifikasi.
Menjelang 23 Desember, siswa sebaiknya tetap memantau informasi dari wali kelas atau operator sekolah. Setelah menerima SHTKA, periksa identitas dan gunakan portal resmi untuk verifikasi.








