Manggala Agni adalah brigade khusus Kementerian Kehutanan yang menangani kebakaran hutan dan lahan, mulai dari pencegahan hingga penanganan setelah api padam. Formasi ini masuk dalam daftar prioritas CPNS 2026.
Pemerintah mengumumkan rencana rekrutmen CPNS pada 6 November 2026 setelah pembahasan bersama DPR. Pendaftaran disebut berlangsung pada November, sedangkan rincian kebutuhan pegawai masih ditunggu.
“Rencana bulan November ini akan sudah dilakukan proses pendaftaran,” kata Prasetyo Hadi saat konferensi pers bersama pimpinan DPR RI pada 6 November 2026, dikutip dari Badan Komunikasi Pemerintah.
Kementerian PANRB menyebut Polisi Hutan, Manggala Agni, Guru Sekolah Terintegrasi, dan Guru Sekolah Unggul Garuda sebagai formasi prioritas. Rekrutmen diarahkan untuk mendukung program nasional.
Posisi ini berkaitan dengan pengendalian karhutla, masalah yang berulang di sejumlah wilayah Indonesia. Personelnya bertugas di lapangan, berkoordinasi dengan instansi lain, dan mendampingi warga.
Manggala Agni bukan sekadar regu pemadam yang datang ketika hutan terbakar. Personelnya juga berpatroli, memantau titik panas, memberi edukasi, serta mencegah api meluas ke kawasan lain.
Apa Itu Manggala Agni dan Bagaimana Sejarah Pembentukannya?
Nama Manggala Agni berasal dari dua kata, yakni manggala yang berarti panglima dan agni yang berarti api. Kementerian Kehutanan menyebut brigade ini dibentuk pada 13 September 2002.
Pembentukan brigade ini mengikuti pengalaman kebakaran besar dan kabut asap pada 1997 hingga 1998. Pemerintah lalu memperkuat koordinasi agar penanganan karhutla memiliki komando lebih jelas.
Karhutla dapat merusak hutan, mengganggu kesehatan warga, menghambat transportasi, dan mengancam kegiatan ekonomi. Karena itu, kerja brigade mencakup upaya sebelum, saat, dan sesudah kebakaran.
Manggala Agni berada di bawah Kementerian Kehutanan dan menjadi salah satu kekuatan operasional pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan maupun lahan.
Keberadaan brigade ini juga berkaitan dengan perlindungan lingkungan. Petugas tidak hanya menjaga kawasan hutan dari kobaran api, tetapi turut membantu mengurangi dampak asap terhadap masyarakat sekitar.
Apa Tugas Manggala Agni di Lapangan?
Peran Manggala Agni mencakup beberapa pekerjaan yang saling berkaitan. Petugas tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan pencegahan dan penanganan lanjutan setelah kebakaran.
Berikut sejumlah tugas yang dijalankan personel Manggala Agni dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
- Pencegahan dilakukan melalui patroli kawasan rawan dan sosialisasi. Petugas mengedukasi warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta membantu meningkatkan kesiapsiagaan desa.
- Pemantauan dilakukan dengan mengamati titik panas atau hotspot, memeriksa laporan, dan mengecek kondisi lapangan. Langkah cepat membantu tim menentukan lokasi yang perlu segera ditangani.
- Pemadaman dilakukan ketika api muncul dan berisiko meluas. Personel bekerja dalam regu, memakai peralatan khusus, serta berkoordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, pemda, dan relawan.
- Penanganan pascakebakaran dilakukan setelah api terkendali. Kegiatan dapat mencakup pemeriksaan area terdampak, pengumpulan informasi, serta dukungan pemulihan kawasan sesuai kebutuhan.
- Edukasi masyarakat tetap berjalan di luar musim kebakaran. Petugas menjelaskan risiko pembakaran lahan dan mengajak warga melaporkan asap atau titik api sejak awal.
Rangkaian pekerjaan tersebut terlihat dalam kegiatan operasional Kementerian Kehutanan sepanjang 2026. Personel Manggala Agni dikerahkan untuk patroli, pengecekan titik panas, pemadaman dini, hingga edukasi masyarakat.
Mengapa Formasi Manggala Agni Masuk Prioritas CPNS 2026?
Kebutuhan petugas pengendali karhutla terlihat dari luas area yang terbakar. Kementerian Kehutanan mencatat kebakaran nasional mencapai 107.465,47 hektare sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Di Kalimantan Selatan, Manggala Agni disiagakan untuk patroli, pemantauan hotspot, pemadaman dini, dan edukasi. Hingga 16 Juli 2026, tercatat 107 operasi pemadaman di provinsi itu.
Data itu memberi gambaran bahwa pengendalian api memerlukan personel yang siap sebelum keadaan memburuk. Pencegahan dan respons awal bisa membatasi penyebaran api serta dampaknya bagi warga.
Prioritas CPNS juga berkaitan dengan regenerasi ASN. Pemerintah menyebut rekrutmen diperlukan untuk menggantikan pegawai yang pensiun dan memastikan program prioritas mendapat dukungan tenaga kerja.
Kebutuhan tenaga pengendali karhutla juga tidak berhenti ketika musim kemarau selesai. Patroli, pemantauan kawasan rawan, pembinaan masyarakat, dan kesiapsiagaan tetap berjalan sepanjang tahun.
Pemerintah membutuhkan aparatur yang mampu mendukung pekerjaan tersebut secara berkelanjutan. Penguatan jumlah personel diharapkan membantu meningkatkan kemampuan penanganan kebakaran di berbagai daerah.
Seperti Apa Pekerjaan dan Tantangannya?
Penugasan Manggala Agni dekat dengan kondisi lapangan. Petugas bisa bekerja di hutan, lahan gambut, atau wilayah yang aksesnya terbatas, terutama ketika api sulit dijangkau dan cuaca berubah.
Personel harus terbiasa bekerja dalam tim dan mengikuti arahan komando. Kementerian Kehutanan pernah mengisahkan petugas yang menjalani penugasan berminggu-minggu saat kebakaran besar.
Dalam siaran pers Kementerian Kehutanan pada 14 Oktober 2026, salah seorang personel Manggala Agni menceritakan pengalaman bertugas berulang kali selama kebakaran besar. Penugasan tersebut bahkan mengharuskannya tinggal di lapangan dalam waktu cukup panjang.
Kondisi semacam itu memperlihatkan bahwa pekerjaan ini memiliki tuntutan tersendiri. Kesiapan menghadapi situasi darurat, kekompakan regu, serta kemampuan menjalankan prosedur keselamatan menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.








