Raih Penghargaan Global, Film Siswa SD Sekolah Alam Cikeas Harumkan Sinematografi Indonesia

Film "Together We Achieve Our Dreams" karya siswa SD Sekolah Alam Cikeas meraih Panasonic Award di KWN Global Contest 2026. Simak kisah persahabatan dan proses inspiratif di balik karyanya.

Siswa Sekolah Alam Cikeas bermain di lapangan olahraga dengan tulisan judul film Together We Achieve Our Dreams untuk kompetisi sinematografi internasional

Karya film Together We Achieve Our Dreams garapan siswa SD Sekolah Alam Cikeas berhasil meraih Panasonic Award kategori Primary dalam ajang KWN Global Contest 2026. Penghargaan ini kembali membawa nama Indonesia ke panggung sinematografi pelajar dunia.

Pengumuman disampaikan dalam penutupan KWN Indonesia 2026 di kantor PT Panasonic Gobel Indonesia, Cawang, Jakarta, Kamis, 5 November 2026. Acara itu sekaligus menutup program tahun ini.

Indonesia terakhir mencatat penghargaan serupa pada kompetisi global itu pada 2024. Pencapaian tim Cikeas sekaligus mengangkat karya pelajar sekolah dasar sebagai bagian dari perkembangan film pendidikan.

Cerita Persahabatan di Balik Film Siswa SD Sekolah Alam Cikeas

Di balik capaian itu, ada cerita sederhana tentang persahabatan. Laman resmi Sekolah Alam Cikeas menyebut film tersebut berkisah tentang murid yang membantu teman dengan sepatu rusak.

Para siswa dalam cerita mengumpulkan dan menjual barang bekas untuk membelikan sepatu baru bagi temannya. Aksi itu diharapkan membuat sang teman percaya diri saat berangkat sekolah.

Sekolah memuat cerita tersebut pada 27 Agustus 2026, ketika mengabarkan kemenangan timnya di tingkat nasional. Uraian itu memberi gambaran tentang pesan yang dibawa film.

Cerita tersebut memperlihatkan bagaimana persoalan sederhana di lingkungan sekolah bisa diangkat menjadi sebuah karya audiovisual. Para siswa memilih persahabatan dan kepedulian sebagai pesan utama yang ingin disampaikan.

Dua Karya Indonesia Melaju ke Kompetisi Global 2026

Prestasi ini lahir melalui proses yang berlangsung selama beberapa bulan. Peserta lebih dulu merancang cerita, belajar teknik videografi, memproduksi video, lalu mengikuti penilaian nasional.

Film karya siswa Cikeas bukan satu satunya wakil Indonesia. SMP Labschool Cibubur juga mengirim Agent of Change 13+ setelah terpilih sebagai pemenang dalam seleksi nasional.

Program KWN Indonesia berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026. Empat sekolah terlibat, yakni SD Terang Mulia, SD Sekolah Alam Cikeas, SMP Noah, dan SMP Labschool Cibubur.

Dari empat sekolah itu, dua karya dipilih mewakili Indonesia di kompetisi global. Keduanya berasal dari SD Sekolah Alam Cikeas dan SMP Labschool Cibubur.

Karya tersebut kemudian bersaing dengan film pelajar dari berbagai negara. Setiap peserta membawa cerita, gagasan, dan persoalan yang disampaikan melalui sudut pandang anak.

Mengenal Kid Witness News dan Empat Kategori Penghargaannya

Kid Witness News adalah program pendidikan video yang didukung Panasonic. Kegiatan ini membuka ruang bagi siswa sekolah dasar hingga menengah untuk belajar membuat film.

Melalui produksi video, siswa berlatih menyusun cerita, berkomunikasi, dan bekerja dalam tim. Panasonic juga menempatkan isu sosial serta lingkungan sebagai bagian dari pembelajaran.

Panasonic menyebut program KWN pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada 1989. Sejak itu, kegiatan tersebut berkembang menjadi program video pendidikan berskala global.

Kompetisi global menghadirkan empat jenis penghargaan. KWN Kids Award dipilih peserta anak, sedangkan Panasonic Award ditentukan melalui suara karyawan Panasonic.

Adapun KWN Fans Award ditetapkan lewat pemungutan suara daring masyarakat. Sementara Professional Award ditentukan oleh para profesional yang bergerak di bidang video.

Penghargaan yang diterima siswa Cikeas adalah Panasonic Award kategori Primary. Film mereka memperoleh dukungan suara karyawan Panasonic dalam kategori tersebut.

Penghargaan ini perlu dibedakan dari kategori yang dipilih profesional video. Capaian Cikeas tetap menjadi pengakuan internasional, tetapi bukan gelar juara untuk seluruh kategori.

Dukungan Kampus dan Industri dalam Produksi Film

“Melalui Kid Witness News, Panasonic berkomitmen memberikan ruang bagi generasi muda,” kata Arif Gobel, Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, dalam keterangan yang dikutip Metro TV.

Arif mengapresiasi karya peserta yang mengangkat kepedulian sosial dan pembangunan berkelanjutan. Ia berharap pengalaman itu mendorong para siswa terus berkarya bagi masyarakat.

Proses produksi KWN Indonesia 2026 turut didampingi Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti. Tim kampus memberikan pembekalan materi serta mendampingi siswa selama produksi.

Program ini juga melibatkan Amaran dan Hollyland sebagai mitra pendukung peralatan. Perangkat yang digunakan antara lain kamera LUMIX, lampu produksi, dan mikrofon nirkabel.

Dedi Triono, General Manager Brand Communication PT Panasonic Gobel Indonesia, menilai proses belajar sama berharganya dengan film yang dihasilkan oleh para peserta.

“Proses dalam Kid Witness News menjadi kesempatan bagi peserta untuk belajar bekerja sama,” kata Dedi Triono, General Manager Brand Communication PT Panasonic Gobel Indonesia.

Menurut Dedi, siswa juga belajar mengenali persoalan sosial dan lingkungan di sekitar mereka. Pendampingan serta kolaborasi diharapkan membuat kegiatan ini menjadi pengalaman belajar.

Cerita Sederhana, Nilai Belajar yang Luas

Nilai kuat film Cikeas berangkat dari persoalan yang dekat dengan kehidupan anak. Sepatu rusak menjadi pemicu cerita, sedangkan barang bekas menjadi jalan untuk membantu teman.

Untuk sekolah yang ingin mengembangkan kegiatan serupa, ide film bisa muncul dari kejadian dalam keseharian siswa. Cerita tidak harus rumit, selama masalahnya jelas dan pesannya jujur.

Pendampingan guru dapat diarahkan pada pembagian peran, pengembangan cerita, dan keamanan proses produksi. Siswa tetap perlu diberi ruang untuk menentukan sudut pandangnya sendiri.

Produksi film juga melatih banyak keterampilan sekaligus. Siswa belajar menulis, menyampaikan pendapat, menggunakan kamera, bekerja bersama, dan mencari jalan keluar saat menghadapi kendala.

KWN dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, terutama tujuan keempat tentang Pendidikan Berkualitas. Program ini menempatkan kreativitas sebagai bagian dari pengalaman belajar.

Prestasi global tersebut menjadi pencapaian bagi siswa SD Sekolah Alam Cikeas dan catatan positif bagi pelajar Indonesia. Cerita kecil dari lingkungan sekolah mendapat apresiasi lintas negara.

Penghargaan itu layak dirayakan, tetapi proses belajar di baliknya juga patut diperhatikan. Para siswa berhasil mengolah pengalaman sederhana menjadi karya yang menjangkau penonton dunia.