Cara Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas: Syarat, Jenis Pemeriksaan, dan Alur Pendaftaran

Ilustrasi dokter berhijab menjelaskan panduan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas
Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bisa dimanfaatkan masyarakat di Puskesmas tanpa biaya untuk pemeriksaan sesuai paket program. Pendaftaran tersedia lewat SATUSEHAT Mobile, WhatsApp Kemenkes, atau bantuan petugas.

Layanan ini menyasar warga Indonesia dari bayi baru lahir hingga lanjut usia, dengan pemeriksaan yang disesuaikan kelompok umur. Peserta tidak harus menunggu hari ulang tahun untuk mendaftar.

Laman resmi Kemenkes menyebut pemeriksaan CKG bisa dilakukan kapan saja, paling banyak satu kali dalam setahun. Jadwal tetap mengikuti slot layanan yang tersedia di fasilitas kesehatan.

Program ini membantu mendeteksi faktor risiko dan gangguan kesehatan lebih awal. Hasil pemeriksaan juga menjadi dasar bagi petugas untuk memberi edukasi atau menyarankan pemeriksaan lanjutan sesuai kondisi peserta.

Siapa yang Bisa Mengikuti Cek Kesehatan Gratis?

Kementerian Kesehatan menetapkan sasaran CKG berdasarkan kelompok umur, mulai dari bayi baru lahir hingga penduduk berusia 60 tahun ke atas. Setiap kelompok memperoleh paket pemeriksaan sesuai kebutuhan kesehatannya.

  1. Bayi baru lahir: pemeriksaan dilakukan sesuai ketentuan skrining bayi baru lahir, termasuk deteksi sejumlah kelainan bawaan.
  2. Balita dan anak prasekolah: anak usia 1 sampai 6 tahun memperoleh pemeriksaan pertumbuhan, perkembangan, gigi, serta skrining kesehatan sesuai kelompok umur.
  3. Anak usia sekolah dan remaja: peserta berusia 7 sampai 17 tahun mengikuti CKG Sekolah yang pelaksanaannya dikoordinasikan bersama sekolah dan Puskesmas.
  4. Orang dewasa: masyarakat berusia 18 sampai 59 tahun memperoleh pemeriksaan untuk mendeteksi faktor risiko penyakit dan gangguan kesehatan sesuai paket program.
  5. Lansia: penduduk berusia 60 tahun ke atas menjalani pemeriksaan sesuai kondisi kesehatan, faktor risiko, dan ketentuan layanan yang berlaku.

Pembagian sasaran tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/84/2026 tentang Petunjuk Teknis Cek Kesehatan Gratis. Peserta perlu memperhatikan jalur layanan yang sesuai dengan kelompok usianya.

Syarat Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas

Untuk menghindari kendala administrasi, siapkan identitas terlebih dahulu dan periksa kecocokan nama serta tanggal lahir. Ketentuan program mengacu pada petunjuk teknis Kemenkes tahun 2026.

  • Peserta merupakan warga negara Indonesia yang memiliki KTP atau identitas kependudukan sesuai ketentuan pendaftaran.
  • Siapkan KTP untuk peserta dewasa atau Kartu Keluarga dan identitas yang sesuai bagi bayi maupun anak. Petugas Puskesmas bisa membantu apabila peserta kesulitan melakukan pendaftaran sendiri.
  • Pengguna layanan daring dapat menyiapkan aplikasi SATUSEHAT Mobile untuk memasukkan data diri, memilih jadwal, dan memperoleh tiket pemeriksaan.
  • Pastikan nomor WhatsApp yang digunakan masih aktif agar peserta bisa menerima informasi pendaftaran atau pemberitahuan terkait pemeriksaan.
  • Periksa jadwal layanan di Puskesmas tujuan. Setiap fasilitas kesehatan memiliki pengaturan pelayanan tersendiri sehingga peserta sebaiknya memastikan waktu kedatangan sebelum berangkat.
  • Kepesertaan JKN atau BPJS Kesehatan bukan syarat untuk memperoleh layanan CKG. Meski begitu, kepesertaan aktif bermanfaat apabila peserta membutuhkan penanganan lanjutan sesuai ketentuan jaminan kesehatan.

Informasi tentang sasaran dan ketentuan program dapat dibaca melalui dokumen resmi Kemenkes. Untuk prosedur yang lebih praktis, masyarakat juga bisa memeriksa informasi pendaftaran pada FAQ SATUSEHAT Mobile.

Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis melalui SATUSEHAT Mobile

Peserta yang ingin mendaftar lewat aplikasi bisa menyiapkan data diri dan memilih jadwal sebelum datang. SATUSEHAT menyediakan tiket digital yang digunakan saat peserta mengakses layanan CKG di Puskesmas.

  1. Unduh aplikasi SATUSEHAT Mobile melalui toko aplikasi resmi, kemudian masuk menggunakan akun yang sudah tersedia atau selesaikan proses pendaftaran akun.
  2. Buka menu Fitur, pilih Pendaftaran, lalu tekan Lengkapi Identitas. Isi informasi pribadi sesuai dokumen kependudukan dan simpan setelah semua data terisi.
  3. Pilih jadwal pemeriksaan yang tersedia, masukkan nomor WhatsApp aktif, kemudian lanjutkan proses sesuai petunjuk aplikasi.
  4. Pilih Puskesmas yang ingin dituju. Pastikan lokasi yang dipilih sesuai dengan rencana kedatangan dan periksa kembali detail pendaftaran sebelum menyimpannya.
  5. Setelah tiket pemeriksaan berhasil dibuat, buka tiket tersebut dan pilih menu Isi Skrining. Jawab pertanyaan mengenai kondisi kesehatan dengan lengkap sebelum jadwal pemeriksaan.
  6. Datang ke Puskesmas sesuai jadwal yang tercantum pada tiket. Siapkan identitas diri dan tunjukkan informasi pendaftaran kepada petugas saat tiba di fasilitas kesehatan.

Cara Daftar melalui WhatsApp atau Langsung ke Puskesmas

Bagi warga yang kesulitan memakai aplikasi, pendaftaran masih bisa dilakukan lewat chatbot WhatsApp Kemenkes atau langsung di Puskesmas. Pilih jalur yang paling mudah, lalu pastikan jadwal layanan lebih dahulu.

  1. Melalui WhatsApp Kemenkes: hubungi nomor 0811 10 500 567, pilih menu Cek Kesehatan Gratis, kemudian ikuti petunjuk chatbot. Peserta yang sudah memiliki tiket juga bisa memilih menu untuk mengisi skrining mandiri.
  2. Datang langsung ke Puskesmas: bawa KTP atau KK, lalu sampaikan kepada petugas bahwa Anda ingin mendaftar CKG. Petugas akan membantu proses administrasi sesuai prosedur yang berlaku di fasilitas tersebut.
  3. Melalui situs resmi: buka ayockg.kemkes.go.id, kemudian pilih menu pendaftaran sesuai kondisi. Peserta baru bisa memasukkan data diri, sedangkan pemilik tiket dapat melanjutkan menggunakan nomor tiket dan tanggal lahir.

Masyarakat yang tidak memiliki akses internet tetap bisa meminta bantuan petugas. Namun, kedatangan langsung sebaiknya disertai konfirmasi jadwal agar peserta mengetahui kapan layanan tersedia dan dokumen yang perlu disiapkan.

Jenis Pemeriksaan dalam Program Cek Kesehatan Gratis

Jenis pemeriksaan ditetapkan menurut usia, risiko, serta pedoman yang berlaku. Karena paketnya tidak selalu sama, peserta perlu memastikan jenis layanan kepada petugas Puskesmas tujuan.

  • Pemeriksaan bayi baru lahir: skrining dilakukan untuk mendeteksi kelainan bawaan tertentu agar masalah kesehatan bisa diketahui sejak awal kehidupan.
  • Pemeriksaan balita: petugas memeriksa pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk berat badan, tinggi badan, status gizi, serta kesehatan gigi sesuai paket pemeriksaan.
  • Pemeriksaan orang dewasa: paketnya bisa mencakup tekanan darah, gula darah, kesehatan gigi dan mulut, status gizi, mata, telinga, kesehatan jiwa, serta skrining penyakit tertentu.
  • Pemeriksaan lansia: pemeriksaan diarahkan pada faktor risiko yang sering ditemukan pada kelompok usia lanjut, termasuk tekanan darah, gula darah, status gizi, dan kemampuan aktivitas fisik.
  • Pemeriksaan tambahan: sesuai kelompok umur, faktor risiko, dan kebutuhan medis, pemeriksaan dapat mencakup fungsi ginjal, profil lipid, atau rekam jantung menggunakan elektrokardiografi atau EKG.
  • Skrining penyakit tertentu: paket CKG juga mencakup sejumlah pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit sesuai usia dan ketentuan program, seperti tuberkulosis serta beberapa jenis kanker.

Daftar tersebut tidak berarti setiap peserta akan menjalani seluruh jenis tes. Dokter dan tenaga kesehatan menentukan pemeriksaan berdasarkan paket yang berlaku, hasil skrining, serta kemampuan fasilitas kesehatan.

Alur Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas

Alur layanan dapat sedikit berbeda berdasarkan fasilitas dan kelompok usia, tetapi peserta umumnya melewati verifikasi data, skrining mandiri, pemeriksaan, lalu penjelasan hasil dari tenaga kesehatan.

  1. Verifikasi pendaftaran: petugas memeriksa identitas serta tiket peserta, kemudian mengarahkan ke tahapan pelayanan berikutnya sesuai prosedur Puskesmas.
  2. Pengisian skrining mandiri: peserta menjawab pertanyaan mengenai kondisi tubuh, kebiasaan sehari hari, dan riwayat kesehatan yang diperlukan sebelum pemeriksaan.
  3. Pemeriksaan awal: tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan sesuai paket, misalnya mengukur tekanan darah, berat badan, tinggi badan, atau gula darah bila termasuk dalam layanan peserta.
  4. Pemeriksaan lanjutan: apabila hasil awal atau faktor risiko memerlukan pemeriksaan tambahan, petugas menentukan tindakan sesuai pedoman klinis dan kemampuan fasilitas kesehatan.
  5. Penyampaian hasil: dokter atau tenaga kesehatan menjelaskan temuan pemeriksaan, memberikan edukasi, serta menyarankan tindak lanjut atau rujukan apabila dibutuhkan.

Cara Melihat Hasil Pemeriksaan dan Tindak Lanjutnya

Setelah pemeriksaan, petugas menjelaskan hasil dan saran tindak lanjut bila ditemukan kondisi yang perlu dipantau. Rapor kesehatan bisa dilihat melalui sistem yang terhubung dengan SATUSEHAT.

Peserta yang menemukan hasil pemeriksaan belum muncul bisa menanyakan status pencatatan kepada petugas. Pastikan data identitas sesuai agar laporan kesehatan dapat ditampilkan pada akun yang benar.

Jika dokter menemukan tekanan darah tinggi, kadar gula darah di luar batas normal, atau faktor risiko lainnya, peserta mungkin diminta menjalani pemeriksaan ulang. Tindakan berikutnya disesuaikan dengan kondisi medis masing masing.

Apabila masalah kesehatan membutuhkan penanganan di fasilitas lain, dokter akan memberikan arahan sesuai kebutuhan. Peserta sebaiknya menanyakan lokasi layanan lanjutan, jadwal kontrol, dan persyaratan administrasi sebelum pulang.