Kisah Yermin Tabare Rintis Usaha Sampingan lewat Kerajinan Bunga Akrilik

Ilustrasi kerajinan bunga akrilik
Ilustrasi kerajinan bunga akrilik

Kisah Yermin Tabare memperlihatkan bagaimana keterampilan merangkai bunga bisa tumbuh menjadi usaha sampingan. Pegawai Puskesmas Melonguane di Kepulauan Talaud ini membuat bunga dan aksesori akrilik.

Produknya dijual dalam beragam ukuran dan harga, mulai dari gantungan kunci Rp5.000 hingga dekorasi bunga Rp750.000. Yermin berharap usahanya berkembang menjadi toko bunga miliknya sendiri.

Yermin belajar merangkai bunga untuk mengisi waktu setelah menyelesaikan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Kegiatan yang semula mengisi waktu luang itu perlahan membuka peluang penghasilan tambahan.

“Awalnya hanya tertarik belajar merangkai bunga untuk mengisi waktu luang selepas tugas sebagai PNS,” ujar Yermin, dikutip dari laporan RRI Talaud pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Hobi yang Berubah Menjadi Usaha

Karya awalnya ditawarkan kepada teman dan mendapat respons positif. Yermin lalu mengasah keterampilan, menambah jenis produk, hingga memiliki kios kecil untuk memasarkan kerajinannya.

Yermin menjalankan usaha sambil tetap bekerja di Puskesmas Melonguane. Karena itu, waktu produksi perlu disesuaikan dengan tanggung jawab utamanya sebagai pegawai negeri.

Pilihan bahan akrilik memberinya ruang membuat beragam barang. Selain rangkaian bunga, ia merakit hiasan rumah, perlengkapan wadah, serta aksesori kecil untuk penggunaan harian.

Aneka Produk dan Rentang Harga

Rangkaian bunga menjadi salah satu produk utama Yermin. Ia membuat bunga meja, bunga dinding, dan bunga sudut dengan harga Rp50.000 sampai Rp750.000, bergantung model, ukuran, dan tingkat kerumitan.

Untuk kebutuhan rumah, Yermin menawarkan kotak tisu dan keranjang minuman seharga Rp200.000 hingga Rp400.000. Sementara hiasan pintu dijual sekitar Rp200.000 sampai Rp350.000.

Produk lain mencakup toples permen, sarung toples besar, serta sarung botol air mineral. Menurut laporan RRI, harga barang barang ini berkisar Rp100.000 hingga Rp150.000.

Pada kategori aksesori kecil, pembeli bisa memilih gantungan kunci, tali hias telepon genggam atau strap HP, serta bag charm. Harganya Rp5.000 hingga Rp25.000, lebih ringan bagi pembeli.

“Gantungan kunci, strap hp, bagcharm harga mulai Rp5.000 sampai Rp25.000,” ujar Yermin, sebagaimana dikutip dari laporan RRI tentang produk akrilik buatannya.

Perbedaan harga memberi pilihan bagi kebutuhan beragam, mulai dari aksesori pribadi sampai dekorasi ruangan. Pembeli bisa menyesuaikan pilihan dengan model, ukuran, dan anggaran.

Yermin menyebut bahan akrilik yang dipakainya dapat dicuci dan tahan lama. “Produk terbuat dari bahan akrilik, bisa dicuci dan awet bertahun-tahun,” katanya, dikutip dari RRI.

Permintaan Meningkat Jelang Akhir Tahun

Penjualan produk Yermin tidak selalu ramai sepanjang tahun. Ia mengatakan pesanan cenderung lebih sepi dari Januari hingga Agustus, lalu biasanya meningkat pada September sampai Desember.

Pola ini membuat pengaturan stok dan modal perlu diperhatikan. Ketika pesanan naik, bahan harus tersedia; saat penjualan melambat, stok berlebih berisiko menahan uang usaha.

Laporan RRI tidak merinci penyebab perubahan permintaan. Kemungkinan, pembelian berkaitan dengan kebutuhan acara, hadiah, atau dekorasi akhir tahun, tetapi Yermin belum mengonfirmasi hal itu.

Modal dan Ongkos Kirim Jadi Beban

Di balik pilihan produk yang beragam, Yermin masih menghadapi keterbatasan modal. Ia juga harus menyesuaikan pengeluaran saat harga bahan baku yang dibeli secara daring mengalami kenaikan.

Bahan baku dipesan dari Jakarta, sehingga ongkos pengiriman ikut menambah biaya. Bagi usaha kecil di wilayah kepulauan seperti Talaud, logistik menjadi beban di luar harga bahan.

“Kesulitan yang dihadapi terkendala dengan modal yang masih minim. Bahan baku dipesan online dari Jakarta yang banyak kali mengalami kenaikan harga dan ongkir,” kata Yermin, dikutip dari RRI.

Kenaikan harga bahan dan pengiriman berisiko mempersempit selisih antara harga jual dan biaya produksi. Jika harga tidak dihitung ulang, pesanan tambahan belum tentu memberi laba sepadan.

Mengatur Pesanan, Bukan Sekadar Menambah Produk

Melihat variasi harga dan pola pesanan, pencatatan biaya bahan, ongkir, waktu pengerjaan, serta laba tiap produk bisa membantu Yermin mengelola uang. Catatan itu juga berguna saat biaya berubah.

Produk besar bisa dijual berdasarkan pesanan agar Yermin tak perlu menyimpan banyak stok. Cara ini berpotensi menghemat modal, selama waktu pengerjaan disepakati dengan pembeli.

Produk kecil seperti gantungan kunci dan bag charm bisa menjadi pilihan pembelian pertama. Pelanggan yang puas mungkin kembali membeli dekorasi lebih besar, meski kebiasaan itu masih perlu diuji.

Foto produk yang rapi, daftar harga jelas, ukuran, dan keterangan perawatan dapat membantu pembeli menentukan pilihan. Langkah sederhana ini bisa dilakukan tanpa harus menunggu toko sendiri.

Usaha ini juga perlu seimbang dengan pekerjaan utama. Membatasi pesanan sesuai waktu yang tersedia membantu Yermin menjaga mutu produk dan mengurangi risiko terlambat memenuhi permintaan pelanggan.

Harapan Membuka Toko Bunga Sendiri

Yermin berharap mendapat tambahan modal agar usaha berkembang dan suatu hari memiliki toko bunga sendiri. Harapan ini menjadi tujuan jangka panjang dari kegiatan yang awalnya hanya mengisi waktu.

Ia juga menyiapkan usaha tersebut sebagai sumber penghasilan saat memasuki masa pensiun. Keterampilan yang dibangun sedikit demi sedikit diharapkan menjadi bekal ekonomi untuk tahap hidup berikutnya.

Kisah Yermin berawal dari kegiatan sederhana, lalu berkembang setelah karyanya mendapat respons pelanggan. Tantangan modal dan biaya kirim masih ada, tetapi ia punya tujuan usaha.