Inilah Urutan Penggunaan Skincare Pagi dan Malam ala Dr. Kamila Jaidi

Inilah Urutan Penggunaan Skincare Pagi dan Malam ala Dr. Kamila Jaidi
Urutan Penggunaan Skincare.

Memakai skincare tidak harus dilakukan dengan banyak produk. Urutan pemakaian dan takaran yang pas justru lebih menentukan kenyamanan kulit selama menjalani rutinitas setiap hari.

Pada pagi hari, rangkaiannya dimulai dari membersihkan wajah, toner, serum, pelembap, lalu sunscreen. Malam hari memiliki susunan serupa, tetapi tahap akhirnya diganti dengan krim malam.

dr. Kamilah Jaidi, dalam unggahannya di kanal YouTube, membagikan enam tahapan perawatan wajah sekaligus takaran sederhana untuk setiap produk yang digunakan.

Penjelasan tersebut memberi gambaran bahwa rutinitas skincare tidak harus rumit. Beberapa produk justru cukup digunakan sedikit selama cara aplikasinya dilakukan dengan lembut dan merata.

Urutan Memakai Skincare yang Dibagikan dr. Kamilah Jaidi

1. Facial Wash Menjadi Tahap Awal

Sabun wajah menjadi produk pertama untuk membersihkan kotoran, minyak, dan sisa produk dari permukaan kulit. Takaran yang dianjurkan cukup sekitar sebiji jagung.

“Gunakan sabun cukup sebiji jagung dan gunakan hanya di pagi dan malam hari ya,” ujar dr. Kamilah Jaidi. Pernyataan itu disadur dari Hops ID yang mengutip unggahan YouTube miliknya.

Pembersihan wajah tidak perlu dilakukan berulang kali sepanjang hari. Terlalu sering mencuci wajah justru bisa membuat kulit terasa kering, terutama pada orang yang memakai pembersih dengan formula cukup kuat.

2. Toner Dipakai Tanpa Menggosok

Setelah wajah bersih, toner masuk ke tahap berikutnya. Produk ini cukup diratakan dengan sentuhan ringan, kemudian ditepuk perlahan pada permukaan kulit.

“Gunakan toner dengan cara ditepuk-tepuk ringan tanpa menggosok,” kata dr. Kamilah Jaidi. Pernyataan itu dilansir dari artikel Hops ID yang merujuk pada video di kanal YouTube miliknya.

Gerakan lembut membuat proses pemakaian terasa lebih nyaman. Kebiasaan menggosok wajah dengan kuat juga sebaiknya dihindari karena gesekan berlebihan bisa membuat kulit lebih mudah mengalami kemerahan.

3. Serum Cukup Dua Sampai Tiga Tetes

Serum menjadi lapisan berikutnya setelah toner. Takaran yang dibagikan dr. Kamilah adalah sekitar dua sampai tiga tetes, kemudian produk diratakan ke seluruh area wajah secara merata.

“Ambil cukup 2 sampai 3 tetes dan usapkan ke seluruh wajah,” ujar dr. Kamilah Jaidi. Pernyataan tersebut dikutip video unggahan YouTube sang dokter.

Jumlah serum tidak perlu ditambah hanya karena ingin mendapatkan hasil lebih cepat. Formula tertentu memiliki bahan aktif cukup tinggi sehingga penggunaan berlebihan malah bisa membuat kulit terasa tidak nyaman.

4. Pelembap Menjaga Kulit Tetap Nyaman

Pelembap dipakai setelah serum selesai diratakan. Fungsinya membantu mempertahankan kelembapan kulit sehingga permukaan wajah tidak cepat terasa kering setelah rangkaian perawatan sebelumnya.

Dr. Kamilah Jaidi menyarankan penggunaan pelembap dalam jumlah secukupnya. Produk kemudian diratakan ke seluruh wajah agar lapisan yang terbentuk tidak hanya menumpuk pada satu bagian.

Takaran yang terlalu banyak juga tidak selalu memberi keuntungan. Kulit memiliki batas dalam menerima produk, sehingga pemakaian tipis dan merata lebih nyaman untuk rutinitas harian.

5. Krim Malam Dipakai Saat Rutinitas Malam

Krim malam masuk pada tahap perawatan malam. Jumlahnya cukup sekitar sebiji jagung, lalu diratakan ke wajah dengan gerakan lembut tanpa perlu membuat lapisan terlalu tebal.

Ada tiga bagian yang disarankan untuk dihindari, yaitu kelopak mata, sudut hidung, dan sudut bibir. Area itu cenderung lebih sensitif sehingga lebih mudah terasa perih saat terkena bahan aktif tertentu.

Pengguna skincare berbahan retinoid atau zat aktif lain juga perlu lebih berhati hati pada bagian wajah yang sensitif. Reaksi kulit tiap orang bisa berbeda, terutama ketika baru mencoba produk.

6. Sunscreen Menutup Rutinitas Pagi

Sunscreen menjadi tahap terakhir pada pagi hari. Produk ini berfungsi membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet yang bisa memicu berbagai masalah kulit.

“Gunakan sunscreen satu sekop tangan di pagi hari,” ujar dr. Kamilah Jaidi dalam videonya. Takaran pemakaian sunscreen juga kerap dikenal dengan istilah dua jari sebagai patokan praktis.

Pemakaian sunscreen perlu diperhatikan terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Pengolesan ulang juga diperlukan setelah beberapa jam atau ketika produk banyak terhapus akibat keringat dan aktivitas.

Kenapa Takaran Skincare Tidak Perlu Berlebihan?

Banyak pengguna mengira produk yang lebih banyak akan memberikan hasil lebih cepat. Kebiasaan seperti itu justru berisiko membuat kulit terasa berat, lengket, atau mengalami iritasi dari bahan aktif tertentu.

Serum dan krim malam, misalnya, tidak harus ditumpuk agar hasilnya terlihat. Pemakaian sesuai kebutuhan membuat rutinitas lebih nyaman dan sekaligus membantu produk tidak cepat habis.

Takaran yang tepat juga membuat pemakaian skincare lebih mudah dijaga setiap hari. Rutinitas yang sederhana sering lebih realistis dibanding memakai terlalu banyak produk dalam satu waktu.

Urutan Pagi dan Malam Tidak Sepenuhnya Sama

Rutinitas pagi menempatkan sunscreen sebagai tahap terakhir karena kulit akan berhadapan dengan paparan sinar matahari selama beraktivitas. Produk inilah yang tidak masuk ke rangkaian malam.

Pada malam hari, setelah wajah dibersihkan dan mendapat serum serta pelembap, rutinitas bisa dilanjutkan dengan krim malam. Susunannya tetap sederhana dan tidak membutuhkan banyak lapisan.

Perbedaan kecil itu sering membuat orang keliru saat merawat wajah. Karena itu, urutan produk sebaiknya disesuaikan dengan waktu pemakaian agar fungsi masing masing tetap jelas.

Kapan Penggunaan Skincare Perlu Dikurangi?

Kulit bisa memberi tanda ketika suatu produk tidak cocok. Rasa terbakar kuat, kemerahan yang menetap, gatal berat, bengkak, atau pengelupasan berlebihan perlu mendapat perhatian.

Saat reaksi seperti itu muncul, penggunaan produk baru sebaiknya dihentikan lebih dulu. Jangan langsung menambah produk lain karena kulit membutuhkan waktu untuk kembali nyaman.

Bila keluhan tetap muncul atau semakin berat, pemeriksaan oleh dokter kulit bisa menjadi pilihan. Penyebab iritasi tidak selalu sama, sehingga penanganannya juga tidak bisa disamaratakan.