Cara Cek Indeks Kualitas Udara Lewat HP untuk Pantau Asap Karhutla

Tampilan aplikasi IQAir di smartphone menunjukkan indeks kualitas udara Pontianak kategori sangat tidak sehat untuk panduan cara cek kualitas udara lewat HP
Tampilan aplikasi IQAir menunjukkan indeks kualitas udara

Kebakaran hutan dan lahan memicu timbulnya kabut asap dan penurunan kualitas udara. Paparan asap karhutla mengandung partikel mikro yang berisiko mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat.

Partikel halus PM2.5 dari asap kebakaran dapat terhirup jauh ke saluran pernapasan. Kondisi tersebut sangat membahayakan kesehatan anak-anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya.

Guna mengantisipasi dampak buruk itu, masyarakat diimbau rutin memantau kondisi udara sekitar. Pemantauan Indeks Kualitas Udara (AQI) kini bisa dilakukan mandiri dari HP tanpa alat khusus.

Aplikasi pemantau seperti IQAir menampilkan angka AQI dan kadar PM2.5 secara terperinci. Informasi ini sangat berguna untuk merencanakan aktivitas luar rumah serta penggunaan masker.

Angka AQI berasal dari pemantauan stasiun sensor tertentu, sehingga hasil antar aplikasi bisa berbeda. Selalu periksa lokasi sensor, waktu pembaruan data, dan polutan utamanya.

Masyarakat juga perlu membedakan peta titik api dengan peta kualitas udara. Peta titik api menunjukkan lokasi kebakaran, sedangkan peta AQI menampilkan tingkat polusi terukur di pemukiman.

Cara Cek Indeks Kualitas Udara Melalui IQAir AiVisual

IQAir AirVisual tersedia untuk Android dan iPhone, sedangkan sebagian informasi juga dapat dibuka melalui situs IQAir. Tampilan menu mungkin berbeda mengikuti versi aplikasi dan perangkat.

Berikut langkah untuk memeriksa kualitas udara menggunakan ponsel.

  1. Unduh aplikasi IQAir AirVisual melalui Google Play Store untuk Android atau App Store untuk iPhone. Setelah aplikasi terpasang, buka aplikasi untuk mulai melihat informasi kualitas udara.
  2. Izinkan akses lokasi jika ingin mengetahui kondisi udara di sekitar posisi ponsel. Jika tidak ingin membagikan lokasi, gunakan kolom pencarian untuk memasukkan nama kota atau kabupaten.
  3. Perhatikan angka AQI⁺ US pada halaman utama. Lihat juga label kategori dan kadar PM2.5 jika tersedia, bukan hanya warna latar atau ikon yang digunakan aplikasi.
  4. Periksa waktu pembaruan data yang tercantum pada layar. Jika datanya sudah cukup lama, cari stasiun pemantauan lain di sekitar lokasi atau buka peta untuk membandingkan hasilnya.
  5. Untuk memeriksa kondisi di daerah lain, masukkan nama kota pada kolom pencarian, lalu pilih lokasi yang sesuai. Jika kota tujuan tidak muncul, coba cari wilayah terdekat yang memiliki stasiun pemantauan.
  6. Gunakan menu peta untuk melihat perbedaan kualitas udara di sejumlah titik. Apabila tersedia, periksa pula riwayat pengukuran dan prakiraan per jam untuk mengetahui perubahan kondisi udara.

Kategori Indeks Kualitas Udara

Rentang AQI⁺ US yang digunakan IQAir membagi kondisi udara menjadi enam kategori. Semakin tinggi angkanya, semakin buruk kualitas udara dan semakin besar risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.

  • Nilai 0 sampai 50, Baik. Kondisi udara tergolong baik dengan risiko kesehatan yang rendah.
  • Nilai 51 sampai 100, Sedang. Kualitas udara masih tergolong cukup baik, tetapi sebagian orang yang sensitif terhadap polusi perlu memperhatikan kondisi tubuhnya.
  • Nilai 101 sampai 150, Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif. Anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar.
  • Nilai 151 sampai 200, Tidak Sehat. Paparan polusi mulai berisiko bagi masyarakat umum, terutama jika aktivitas di luar ruangan berlangsung lama.
  • Nilai 201 sampai 300, Sangat Tidak Sehat. Kondisi udara berisiko menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius sehingga kegiatan luar ruangan sebaiknya dibatasi.
  • Nilai 301 ke atas, Berbahaya. Kondisi ini menandakan tingkat pencemaran yang sangat tinggi dan membutuhkan kewaspadaan lebih besar dari masyarakat.

Tips praktisnya, jangan berhenti pada warna peta atau satu angka saja. Bandingkan AQI terbaru, kadar PM2.5, dan waktu pembaruan, terutama saat asap karhutla bisa berubah mengikuti cuaca dan angin.

Mengapa Data IQAir Bisa Berbeda dari Pemerintah?

Perbedaan data bukan berarti salah satu data keliru. IQAir menyajikan AQI⁺ US, sedangkan Kementerian Lingkungan Hidup mempublikasikan ISPU nasional, dengan pembagian kategori yang tidak sepenuhnya sama.

Karena itu, hindari membandingkan angka kedua layanan secara langsung tanpa memeriksa nama indeks, parameter pencemar, lokasi pemantauan, dan waktu pembaruan. Perhatikan juga apakah data yang ditampilkan mengukur PM2.5 atau polutan lainnya.

Cek Peta Kebakaran Real-time

Selain memantau kualitas udara, masyarakat bisa memeriksa lokasi kebakaran hutan dan lahan melalui peta khusus IQAir. Halaman ini juga menyajikan informasi kota terdampak beserta angka AQI di wilayah sekitar.

Peta tersebut bisa dibuka melalui tautan berikut: Peta Kebakaran Real-time IQAir Indonesia.

Berikut langkah untuk menggunakannya melalui HP.

  1. Buka halaman peta kebakaran IQAir. Akses tautan di atas menggunakan browser ponsel, seperti Google Chrome atau Safari, kemudian tunggu sampai peta selesai dimuat.
  2. Cari wilayah yang ingin dipantau. Geser peta ke provinsi atau kabupaten yang menjadi perhatian, lalu perbesar tampilannya agar lokasi kebakaran lebih mudah terlihat.
  3. Periksa penanda kebakaran. Ketuk penanda atau kelompok titik kebakaran yang tersedia untuk melihat informasi kejadian pada lokasi yang ditampilkan peta.
  4. Lihat informasi kota terdampak. Perhatikan daftar wilayah di sekitar lokasi kebakaran dan angka AQI yang disajikan. Informasi ini membantu pengguna mengenali daerah yang perlu dipantau lebih lanjut.
  5. Bandingkan dengan peta kualitas udara. Jika ingin mengetahui kondisi udara di sekitar rumah atau tempat kerja, buka peta kualitas udara IQAir, kemudian cari lokasi yang sesuai.
  6. Periksa kembali secara berkala. Titik kebakaran dan angka kualitas udara bisa berubah. Buka ulang peta untuk melihat pembaruan sebelum memutuskan bepergian ke wilayah yang berpotensi terdampak asap.

Penanda kebakaran tidak sama dengan pengukuran asap di rumah. Gunakan peta untuk melihat kejadian api, lalu periksa AQI terdekat untuk mengetahui kondisi udara yang tercatat.

Untuk pembanding, buka laman ISPU Kementerian Lingkungan Hidup atau pemantauan PM2.5 BMKG. Keduanya memakai indeks berbeda dari AQI⁺ US IQAir, jadi bandingkan kategori dan parameternya.