Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 98 digelar Rabu, 28 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 waktu setempat. Kemenpora telah menyiapkan susunan upacara, teks ikrar, doa, dan lagu nasional.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 10.14.19 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 14 Oktober 2026. Tema tahun ini adalah “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
Upacara ini dapat diselenggarakan oleh instansi pemerintah dan berbagai lembaga dengan menyesuaikan kebutuhan masing masing. Penyelenggara perlu menyiapkan petugas, perlengkapan, serta naskah yang akan dibacakan.
Jadwal dan Ketentuan Upacara Sumpah Pemuda 2026
Kemenpora mengarahkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menyelenggarakan upacara pada 28 Oktober 2026. Pelaksanaannya dilakukan secara langsung di lokasi yang disesuaikan dengan kondisi masing masing penyelenggara.
Berikut ketentuan umum yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan upacara.
- Hari dan tanggal pelaksanaan, Rabu, 28 Oktober 2026.
- Waktu pelaksanaan, mulai pukul 08.00 hingga selesai dengan mengikuti waktu setempat.
- Tempat pelaksanaan, halaman kantor, lapangan, atau lokasi lain yang sesuai kebutuhan.
- Pakaian peserta, menggunakan Pakaian Dinas Harian sesuai pedoman Kemenpora.
- Pakaian petugas, mengikuti ketentuan yang berlaku di instansi atau lembaga penyelenggara.
Kemendikdasmen juga menerbitkan surat edaran tersendiri mengenai upacara bendera di lingkungan sekolah, sehingga peserta perlu mengecek arahan sekolah atau instansi masing masing sebelum menentukan pakaian.
Susunan Acara Upacara Sumpah Pemuda 2026
Petugas dapat memakai urutan berikut sebagai acuan pelaksanaan. Susunan acara ini mengacu pada pedoman Kemenpora dan memuat 15 tahapan, dari persiapan barisan hingga penutupan upacara.
- Peserta dan petugas menempati tempat upacara serta memastikan seluruh perlengkapan telah siap.
- Pemimpin upacara menyiapkan barisan dan mengatur posisi peserta agar kegiatan berlangsung tertib.
- Pembina upacara memasuki tempat upacara sesuai arahan pemimpin upacara.
- Seluruh peserta memberikan penghormatan umum kepada pembina upacara.
- Pemimpin upacara menyampaikan laporan kepada pembina upacara bahwa kegiatan siap dimulai.
- Petugas melaksanakan pengibaran bendera Merah Putih.
- Pembina upacara membacakan Pancasila dan seluruh peserta mengikutinya.
- Petugas membacakan teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928.
- Pemberian tanda penghargaan di bidang kepemudaan dilaksanakan apabila ada.
- Pembina upacara menyampaikan sambutan sesuai tema peringatan.
- Peserta menyanyikan lagu nasional Bangun Pemudi Pemuda dan Satu Nusa Satu Bangsa.
- Petugas membacakan doa sesuai naskah dan ketentuan yang berlaku.
- Pemimpin upacara kembali melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada pembina upacara.
- Seluruh peserta memberikan penghormatan umum kepada pembina upacara.
- Upacara dinyatakan selesai dan peserta mengikuti arahan petugas untuk membubarkan barisan.
Teks Sumpah Pemuda untuk Dibacakan Saat Upacara
Pembacaan Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 menjadi salah satu bagian utama dalam rangkaian upacara. Naskah berikut memuat tiga ikrar yang menegaskan kesatuan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia.
Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928
- Pertama, Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
- Kedua, Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
- Ketiga, Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Ketiga ikrar itu lahir dari Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27 dan 28 Oktober 1928 di Jakarta. Naskah keputusan aslinya menggunakan ejaan lama, sedangkan teks di atas menggunakan ejaan yang lebih mudah dibaca masyarakat saat ini.
Panitia yang membutuhkan naskah sejarah secara lengkap dapat memakai dokumen resmi Kemenpora. Lampiran surat edaran tersebut memuat bagian pembuka keputusan kongres, tiga ikrar, serta keterangan mengenai penyebarluasan keputusan kepada perkumpulan pemuda.
Teks Doa Resmi Upacara Sumpah Pemuda 2026
Surat edaran Kemenpora menyediakan contoh doa Islam untuk peringatan tahun ini. Pedoman yang sama menyebutkan bahwa pembacaan doa disesuaikan dengan agama dan kepercayaan masing masing peserta.
Berikut naskah doa sesuai lampiran resmi Kemenpora yang dapat disiapkan oleh petugas.
Naskah Doa Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,
Dengan penuh kerendahan hati, kami memanjatkan puji dan syukur ke hadirat-Mu atas rahmat dan karunia-Mu, sehingga pada hari ini kami dapat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026 dalam keadaan sehat dan penuh semangat kebersamaan.
Ya Allah,
Teguhkanlah semangat persatuan dan kesatuan dalam diri kami sebagaimana yang telah diwariskan oleh para pemuda pada 28 Oktober 1928. Jadikanlah keberagaman bangsa Indonesia sebagai kekuatan untuk bersama sama membangun negeri.
Bimbinglah para pemuda Indonesia agar menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, kreatif, inovatif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Ya Allah,
Bukakanlah kesempatan bagi seluruh pemuda Indonesia untuk belajar, berkarya, berprestasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya.
Jauhkanlah kami dari perpecahan dan segala hal yang dapat melemahkan persatuan bangsa.
Jadikanlah semangat Sumpah Pemuda sebagai kekuatan untuk terus bergerak, bergotong royong, dan membangun Indonesia yang maju, damai, dan sejahtera.
Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.
Amin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh Pidato Pembina Upacara Sumpah Pemuda 2026
Pedoman Kemenpora mencantumkan sambutan pembina upacara dalam susunan acara, tetapi tidak menetapkan satu naskah pidato baku. Contoh berikut disusun berdasarkan tema resmi dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan sekolah atau instansi.
Pidato Pembina Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Yang saya hormati para guru, petugas upacara, serta seluruh peserta yang hadir pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026.
Marilah kita bersyukur karena dapat berkumpul untuk mengenang perjuangan para pemuda yang telah meletakkan dasar persatuan bangsa Indonesia.
Pada 28 Oktober 1928, para pemuda menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang tidak menghalangi tekad untuk menjadi satu bangsa. Semangat persatuan tersebut kini kembali digaungkan melalui berbagai narasi dan ucapan Sumpah Pemuda di tengah masyarakat.
Hadirin yang saya hormati,
Tahun ini kita mengangkat tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema itu mengajak kita mencintai tanah air melalui tindakan nyata, tetap berusaha ketika menghadapi kesulitan, serta menjaga kepedulian terhadap orang lain.
Sikap patriotik bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menghargai keberagaman, menaati aturan, menjaga lingkungan, dan ikut menyelesaikan persoalan di sekitar kita. Kecintaan terhadap bangsa akan lebih terasa ketika diwujudkan melalui perilaku sehari hari.
Kegigihan juga perlu kita buktikan melalui kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Kegagalan tidak seharusnya membuat kita berhenti mencoba, sementara keberhasilan perlu disertai sikap rendah hati dan tanggung jawab.
Kita pun perlu membangun empati. Kemampuan dan kesempatan yang kita miliki sebaiknya tidak hanya digunakan untuk kepentingan sendiri, tetapi juga untuk mendukung teman, membantu masyarakat, dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Para pemuda Indonesia,
Mari kita jaga persatuan melalui tindakan yang bisa dirasakan manfaatnya. Mulailah dari lingkungan sekolah, tempat kerja, organisasi, dan keluarga, lalu perluas kontribusi melalui karya, gagasan, serta kegiatan yang membangun bangsa.
Semoga semangat Sumpah Pemuda terus menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia membutuhkan generasi yang mencintai tanah air, tidak mudah menyerah, dan peduli terhadap sesama.
Terima kasih atas perhatian seluruh peserta.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Lagu Nasional dalam Upacara Sumpah Pemuda
Kemenpora menetapkan dua lagu nasional sebagai bagian dari rangkaian upacara peringatan tahun ini. Panitia sebaiknya menyiapkan teks lagu atau notasi yang diperlukan sebelum kegiatan dimulai.
- Bangun Pemudi Pemuda, lagu karya Alfred Simanjuntak yang mengajak generasi muda bekerja keras dan bertanggung jawab terhadap bangsa.
- Satu Nusa Satu Bangsa, lagu karya Liberty Manik yang menegaskan semangat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kedua lagu tersebut tercantum dalam lampiran pedoman Kemenpora. Petugas dapat memakai materi resmi yang tersedia dalam dokumen agar persiapan musik dan notasi sesuai kebutuhan acara.








