fbpx
Implementasi program Save Our Paper bersama anak sekolah pesantren

Save Our Paper Sebagai Upaya Menjaga Lingkungan dan Akses Pendidikan yang Setara

 

Darurat sampah tidak hanya di lihat dari sampah plastik saja, namun sampah kertas harus menjadi perhatian bersama. Sampah kertas menempati tempat kedua jumlah terbesar dengan porsi 11,04% berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK). Sehingga penting bagi kita untuk memperhatikan penggunaan dan daur ulang limbah kertas. Salah satu konsep menarik dalam daur ulang penggunaan limbah sampah kertas adalah program Save Our Paper yang secara rutin di lakukan oleh Dewan Anak Mataram (DAM). Program ini merupakan daur ulang sisa kertas yang layak pakai untuk dijadikan buku baru dengan proses pembuatan yang mudah dan disalurkan kepada anak dan juga berdampak pada peningkatan kesadaran siswa di Indonesia tentang zero waste.

Dewan Anak Mataram Merupakan organisasi yang bergerak dibidang pemenuhan hak anak dan kesejahteraan anak yang di inisasi dan beranggotakan anak – anak. Isu iklim yang merupakan isu yang krusial bagi keberlanjutan generasi selanjutnya menjadi konsen serius organisasi ini. Mereka selalu bergerak sebagai agen pelopor dan pelapor (2P) dalam melihat permasalahan yang ada di sekitar. Mereka mempelopori program dalam menyelesaikan permasalahan dan berperan sebagai agen pelapor kepada pihak yang bertanggung jawab jika terdapat masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh anak.

Keprihatinan mereka terhadap isu Iklim dengan banyaknya limbah dari buku yang masih memiliki bagian yang masih layak pakai namun banyak di buang menjadi dasar program Save Our Paper yang di gagas oleh DAM. Implikasi tidak maksimalnya penggunaan kertas di buku ini menjadikan banyak hal bermanfaat yang dapat di gunakan menjadi limbah kertas. Dengan mereka membeli buku baru yang dimana masih terdapat bagian yang bisa di manfaatkan akan banyak pohon yang di tebang yang berakibatkan dengan ketidak ekologisan dan terjadilah bencana bencana alam yang manusia menjadi faktor negatif dari longsor, banjir, polusi. Program save our paper ini sudah ada sejak tahun 2012 dimana program ini linier dengan misi international yaitu di sustainable development goals ke-4 quality education; ke-12 responsible consumption and production; ke-13 climate action; dan ke-15 life on land.

Program ini menyasari kepada anak SD dan SMP di daerah pesisir dan juga pondok pesantren,program ini adalah salah satu bentuk upaya dari dewan anak mataram melalui program save our paper untuk berkontribusi dalam SDGs 4 yaitu quality education.Non formal education adalah bentuk dari quality education yang harus diterapkan dan didapatkan oleh anak anak dalam menunjang kreatifitas,mengexplore ilmu ilmu yang dibutuhkan oleh anak anak yang tidak diajarkan di sekolah formal.

Save our paper menjadi salah satu jawaban dari SDGs  ke-12 responsible consumption and production,program ini mengajarkan anak anak dan kita untuk menjadi konsumen yang responsible terhadap sampah atau limbah kita sendiri,karena jumlah pohon yang di tebang untuk setiap buku yang di produksi mengakibatkan permasalahan yang complex.Program save our paper mengajarkan untuk menjadi konsumen yang bertanggung jawab dan mengelola limbah kertas untuk daur ulang menjadi buku baru yang dapat digunakan kembali yang dimana ini secara tidak langsung menyumbang jumlah pohon yang di tebang berimplikasi dengan ekologis.

SDGs ke-13 climate action menjadi tantangan kita bersama untuk mengurangi dampak darinya,program save our paper hadir untuk menanggulangi salah satu penyebab climate action yaitu jumlah karbon yang meningkat dan penurunan jumlah pohon yang menjadi salah satu sumber dari green climate untuk mengurangi jumlah karbon yang ada,dengan program save our paper dapat mengurangi jumlah pohon yang di tebang untuk dijadikan buku.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-15 (SDG 15) adalah “Life on Land,” yang bertujuan untuk melindungi, memulihkan, dan mendukung pengelolaan berkelanjutan ekosistem daratan, mengatasi degradasi lahan, serta memerangi kehilangan keanekaragaman hayati.Save our paper sebagai program dari pengurangan limbah kertas yang berimplikasi terhadap pengurangan jumlah pohon yang di tebang untuk membuat kertas menjadi program ini adalah salah satu gerakan yang perlu disadari dan dicontoh untuk orang lain karena save our paper adalah memanfaatkan limbah kertas menjadi buku baru.

Program save our paper menargetkan anak anak khususnya siswa yang duduk di bangku SD dan SMP di sekolah daerah pesisir dan juga pondok pesantren, dimana mereka diberikan pengetahuan dan diajarkan untuk menciptakan menciptakan buku baru dari limbah kertas sisa buku catatan yang tidak digunakan lagi. Dari bagian belakang buku yang tidak digunakan akan di robek dan dikumpulkan dan diolah menjadi buku yang baru. Sasaran sekolah SD dan SMP adalah sekolah dengan ketidakmampuan dan memiliki indeks siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi yang bahkan untuk membeli buku tulis susah. Selain menyelamatkan alam mereka juga dapat memanfaatkan buku bekas mereka untuk menjadi buku yang baru. Anak yang bersekolah di pesisir anak yang bersekolah di pesantren menjadi target yang sudah kami jangkau yang dimana program ini juga menjadi wadah untuk anak mengikuti pendidikan non-formal untuk meningkatkan kepedulian anak dan keterampilan anak.

Perubahan yang signifikan dari berbagai aspek dapat dilihat dari program Save Our Paper ini. Anak meningkat pengetahuan dan menjadi lebih peduli terhadap lingkungan dan iklim dengan ilmu yang di bagian oleh DAM. Selain itu kreativitas anak juga terasah dengan proses pemanfaatan limbah untuk menjadi barang layak pakai. Anak yang ikut andil dalam kepedulian terhadap limbah kertas dimana pohon menjadi korban serta anak dapat memberikan kontribusi mereka untuk misi SDGs dan menjadi sebuah investasi dalam menciptakan hidup berkelanjutan. Program ini bukan hanya mendistrubusika buku baru dari limbah buku layak pakai namun juga memberdayakan para anak penerima buku dan lingkunganya untuk berdaya dengan meningkatkan pengetahuan,kapasitas,dan kreatifitas mereka untuk dapat menciptkan buku baru mereka.

Isu sampah plastik dan urgensi terhadap pengelolaan yang baik memerlukan perhatian lebih mengingat salah satu jumlah sampah terbesar di Indonesia. Program Save Our Paper yang dilaksanakan oleh Dewan Anak Mataram (DAM) muncul sebagai konsep menarik dalam mengatasi permasalahan sampah. Organisasi DAM, sebagai pelopor dalam pemenuhan hak anak dan isu iklim, secara kreatif menginisiasi program ini untuk daur ulang sisa-sisa kertas yang layak pakai menjadi buku baru. Dengan memanfaatkan kertas yang tersisa dari lembaran yang tak terpakai, diolah menjadi buku baru. Hal ini dapat menyelamatkan lingkungan dan meningkatkan keterampilan siswa. Program Save Our Paper merupakan contoh nyata bagaimana upaya berkelanjutan dan partisipasi anak-anak dapat memberikan solusi konkret terhadap tantangan global, menjembatani antara kepedulian lingkungan, pendidikan, dan kreativitas dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.

 

Sebagai informasi tambahan berikut merupakan gambaran program save our paper dan proses pemanfaatan limbah kertas untuk menjadi buku baru: