fbpx

Menjadikan Laut sebagai Sumber Penghidupan yang Lebih Baik untuk Semua

Sekitar 70% permukaan bumi diselimuti oleh permukaan air laut. Indonesia sendiri memiliki garis Pantai seluas 108.000 km dengan wilayah laut seluas lebih dari 6,4 juta m2. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi maritim hingga 1,2 trilyun USD. Dengan potensi perikanan tangkap yang dimiliki, menjadikan Indonesia sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia. Perikanan tangkap mampu mendorong ekonomi maritim dengan menjamin kualitas hasil tangkap yang lebih baik, sekaligus memberdayakan masyarakat pesisir, dimana 90% nelayan Indonesia merupakan nelayan skala kecil dengan kapasitas kapal di bawah 5 gross tons. Sektor perikanan tangkap mampu mendorong ekonomi inklusif bagi masyarakat pesisir, tidak hanya bagi nelayan yang didominasi oleh kelompok laki-laki, namun kelompok perempuan juga memegang peranan penting di dalam rantai nilai sektor perikanan.

World Research Institute Indonesia mengungkapkan bahwa 42% pekerja di sektor perikanan adalah Perempuan, namun keberadaannya seringkali dipandang sebelah mata karena banyak yang tidak terdata secara resmi. Perempuan memegang peranan penting baik dalam proses pra dan pasca penangkapan, serta manajemen keuangan bagi keluarga pesisir. Aruna, sebagai Perusahaan teknologi di bidang perikanan tangkap, selain melibatkan lebih dari 40.000 nelayan skala kecil di lebih dari 30 provinsi di Indonesia, juga berusaha memberdayakan Perempuan untuk terlibat di proses produksi, termasuk penimbangan dan penanganan hasil tangkap, dan juga pengolahan produk. Aruna menyadari peranan penting kelompok Perempuan, sehingga pengembangan kapasitas tidak hanya difokuskan bagi nelayan saja, namun juga Masyarakat pesisir, khususnya Perempuan, untuk diberikan pengetahuan dan kemampuan mengenai perikanan berkelanjutan, standarisasi kualitas produksi, dan manajemen keuangan yang mampu menopang keberlanjutan ekonomi Masyarakat pesisir.

Masyarakat pesisir dalam sektor perikanan dan kelautan berkontribusi langsung terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGs) terutama tujuan 14 Ekosistem Kelautan. Begitu besar peranan ekosistem laut, termasuk dalam penyerapan emisi karbon. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi blue carbon atau karbon biru hingga mencapai 3,14 miliar ton yang tersimpan di hutan bakau. Selain hutan bakau, potensi karbon biru lain adalah rumput laut, padang lamun, dan juga terumbu karang. Ekosistem karbon biru ini juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir. Apabila tidak dijaga, bukan hanya penyerapan emisi yang berkurang, masyarakat pesisir juga terancam mengalami pengurangan sumber penghidupan.

Di samping potensinya yang tinggi, sektor perikanan juga rentan terhadap dampak negatif dari perubahan iklim. Kenaikan suhu udara di Bumi juga berdampak langsung terhadap ekosistem maritim. Mencairnya gunung es di kutub yang menyebabkan naiknya permukaan air laut, pemutihan terumbu karang, tercemarnya laut oleh limbah, perubahan musim sebagai dampak dari El Nino, merupakan sebagian fenomena yang terjadi akibat dari perubahan iklim. Lagi-lagi, masyarakat pesisir akan menjadi kelompok rentan yang merasakan dampak negatif dari fenomena-fenomena tersebut. Fenomena El Nino yang terjadi membuat adanya pergeseran musim dari komoditas perikanan, diperburuk oleh praktik eksploitatif industrial sektor perikanan yang dilakukan sedari dulu. Untuk menanggulangi hal ini, Aruna, didamping oleh Seafood Savers, menginisiasi Program Perbaikan Perikanan yang difokuskan untuk komoditas rajungan di Kalimantan Timur. Program perbaikan ini akan mengacu pada standar prinsip yang dikeluarkan oleh Marine Stewardship Council, untuk memastikan bahwa praktik perikanan yang dilakukan tetap menjaga stok alam di laut, tidak merusak habitat dan ekosistem yang didukung oleh penggunaan alat tangkap yang tidak merusak dan menghindari area konservasi yang dilindungi, serta memiliki tata kelola yang baik untuk mencegah dan menanggulangi praktik perikanan illegal, unreported, and unregulated (IUU fishing). Selain itu, bersama Asosiasi Perikanan Pole&Line dan Handline Indonesia, Aruna juga berkomitmen untuk menerapkan standar praktik perikanan berkelanjutan untuk komoditas tuna di wilayah Timur Indonesia.

Selain di sektor perikanan tangkap, masyarakat pesisir juga memiliki peranan penting di dalam ekonomi sirkular. Permasalahan yang semakin marak terjadi adalah pembuangan sampah ke laut yang sangat membahayakan bagi ekosistem kelautan. Untuk menanggulangi hal ini, Aruna bersama Yayasan Maritim Pesisir Lestari menginisiasi pembangunan bank sampah di Jawa Timur. Selain dapat menanggulangi isu sampah, inisiasi ini juga dapat menjadi sumber pendapatan lain bagi masyarakat pesisir. Semenjak didirikan di tahun 2023, Bank Sampah Pesisir Lestari telah mengelola lebih dari 1,6 ton sampah rumah tangga yang dilakukan langsung oleh masyarakat pesisir. Hal ini sangat positif untuk membantu membangun kebiasaan di Masyarakat untuk bisa mengelola sampahnya dengan lebih baik dan tidak membuangnya langsung ke laut.

Sektor perikanan yang digeluti oleh Aruna, selain berkontribusi langsung kepada Tujuan 14, juga berkontribusi pada Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) dengan memperkuat ketahanan pangan, Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mempromosikan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, dan juga memperkuat kerjasama global seperti di tujuan 17.

Aruna menyadari bahwa peranan pemangku kepentingan dari berbagai sektor sangat diperlukan, baik dari pemerintah, NGOs, investor, peneliti, dan yang terpenting masyarakat pesisir. Oleh karena itu, Aruna berkomitmen dalam mendukung tujuan pembangunan global dengan meluncurkan SEA for All Commitment 2030. Komitmen ini adalah landasan tujuan di dalam bisnis proses perusahaan yang dijadikan pedoman untuk melaksanakan praktik bisnis yang bertanggung jawab. SEA for All Commitment 2030, terdiri dari:

  1. Sustainably sourced seafood
  2. Empowering stakeholders
  3. Advocating for sustainability

Aruna berharap partisipasi aktif dari publik untuk mewujudkan komitmen ini. Seluruh progres dan informasi dapat diakses langsung melalui aruna.id/sustainability. Semua ini dilakukan sebagai bentuk tujuan untuk menjadikan laut sebagai sumber penghidupan yang lebih baik bagi semua.

 

Dibuat oleh: Alisra Destya Priastiti

Sebagai bagian dari SDG Academy Indonesia Leadership Program – Batch 5