Beasiswa Riset BAZNAS 2026 Resmi Dibuka untuk 308 Penerima, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

BAZNAS RI resmi membuka Beasiswa Riset 2026 untuk 308 penerima manfaat: simak syarat, kuota, dan cara daftarnya.

Ilustrasi mahasiswa penerima Beasiswa Riset BAZNAS 2026 meraih ijazah kelulusan.
Beasiswa Riset BAZNAS 2026.

BAZNAS RI membuka Beasiswa Riset BAZNAS 2026 dengan sasaran 308 penerima manfaat. Pendaftaran berlangsung pada 3 sampai 11 November 2026, pukul 23.59 WIB, melalui formulir daring sesuai kategori.

Program ini memberi dukungan bagi mahasiswa yang menyusun tugas akhir, lembaga atau kelompok peneliti, serta penulis artikel ilmiah yang membutuhkan biaya publikasi jurnal.

Besaran bantuan tidak sama untuk setiap pemohon. Mahasiswa bisa memperoleh Rp4 juta sampai Rp10 juta, kelompok riset maksimal Rp30 juta, sedangkan bantuan publikasi mencapai Rp12,5 juta.

Kesempatan ini tidak terbatas pada penelitian tentang zakat, tetapi BAZNAS memberi perhatian lebih kepada tema yang berkaitan dengan penguatan pengelolaan zakat dan kemaslahatan umat.

Kuota dan Kategori Penerima Beasiswa Riset BAZNAS 2026

Program pendanaan riset dari BAZNAS kembali dibuka untuk membantu penelitian yang dikerjakan mahasiswa maupun kelompok peneliti. Tahun ini, dukungan juga mencakup biaya publikasi artikel ilmiah.

Perluasan bantuan ke biaya publikasi menjadi salah satu pembaruan program tahun 2026. BAZNAS menyiapkan dukungan agar naskah yang sudah diterima jurnal bisa melanjutkan proses penerbitan.

“Program Beasiswa Riset 2026 ini hadir dengan inovasi baru berupa pembiayaan Article Processing Charge (APC) jurnal terakreditasi,” ujar H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Pimpinan BAZNAS RI.

Kutipan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis Humas BAZNAS RI, Selasa, 3 November 2026. Program ini juga menyediakan mentoring, workshop, dan kesempatan mempresentasikan hasil penelitian.

BAZNAS menyebut program tahun ini menyasar 308 penerima manfaat. Tiga jalur dibuka untuk pemohon, tetapi pengumuman yang dihimpun belum merinci kuota pada setiap kategori.

Jalur pertama ditujukan kepada mahasiswa D4 atau S1, S2, dan S3 yang sedang atau akan menyelesaikan tugas akhir. Kategori kedua membuka peluang bagi lembaga maupun kelompok riset.

Kategori ketiga berupa bantuan biaya publikasi ilmiah atau Article Processing Charge (APC). Jalur ini menyasar penulis yang artikelnya sudah diterima jurnal dan belum terbit.

Besaran Dana yang Disediakan

Nilai bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, bentuk kegiatan penelitian, dan peringkat jurnal tujuan. Pendaftar perlu memilih kategori yang sesuai dengan kebutuhan dan status penelitiannya.

  • Mahasiswa D4 atau S1 memperoleh bantuan dana riset sebesar Rp4 juta. Mahasiswa S2 mendapat Rp7 juta, sedangkan mahasiswa S3 bisa mengajukan bantuan sebesar Rp10 juta.
  • Lembaga atau kelompok riset berpeluang memperoleh pembiayaan paling banyak Rp30 juta untuk satu tim. Pengajuan wajib dilengkapi Rencana Anggaran Biaya atau RAB penelitian.
  • Bantuan APC untuk jurnal Sinta 3 maksimal Rp1 juta, Sinta 2 maksimal Rp3 juta, dan Sinta 1 maksimal Rp5 juta. Untuk jurnal internasional bereputasi, batas bantuannya Rp12,5 juta.

Angka bantuan adalah batas pembiayaan program, bukan jaminan setiap pemohon menerima nilai tertinggi. Rencana biaya tetap harus sesuai ketentuan teknis BAZNAS.

Fasilitas Tambahan bagi Penerima

Selain dana, penerima akan mendapat mentoring penulisan riset bersama pimpinan dan tim ahli BAZNAS RI. Program juga menyiapkan workshop penulisan ilmiah untuk jurnal terakreditasi dan media massa.

Peserta berkesempatan memaparkan hasil penelitiannya dalam forum riset BAZNAS. Karya terpilih juga berpeluang diterbitkan sebagai bagian dari buku atau book chapter yang disusun BAZNAS RI.

Fasilitas pendampingan ini bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki struktur naskah, memperjelas temuan, dan menyiapkan hasil riset agar lebih mudah dibaca di luar lingkungan kampus.

Persyaratan Umum Pendaftar

Sebelum memilih jalur, calon peserta perlu memastikan seluruh syarat dasar terpenuhi. Ketentuan ini berlaku untuk pendaftar program, lalu dilengkapi persyaratan khusus sesuai kategori yang dipilih.

  • Pendaftar harus berkewarganegaraan Indonesia dan memiliki KTP yang masih berlaku sebagai bukti identitas.
  • Riset atau artikel yang diajukan perlu berkaitan dengan tema prioritas BAZNAS. Penelitian di luar tema masih diperbolehkan, tetapi usulan yang sejalan dengan prioritas mendapat peluang lebih besar.
  • Objek penelitian yang sama tidak boleh menerima pembiayaan ganda dari pihak lain. Pastikan sumber dana lain tidak sedang membiayai kegiatan atau kebutuhan yang diajukan.
  • Hasil pemeriksaan plagiarisme maksimal 25 persen di luar daftar pustaka. Pendaftar perlu menyiapkan laporan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Penerima wajib menandatangani akad, mengikuti mentoring, coaching, serta pembinaan BAZNAS RI, dan mencantumkan acknowledgement atau ucapan terima kasih kepada BAZNAS pada hasil yang diterbitkan.
  • Satu orang hanya boleh mendaftar pada satu kategori dan mengajukan satu usulan. Ketentuan ini perlu diperhatikan sebelum formulir dikirim agar tidak terjadi pendaftaran ganda.

Syarat Khusus Beasiswa Riset untuk Mahasiswa

Jalur mahasiswa terbuka bagi peserta D4 atau S1, S2, dan S3 yang berstatus aktif serta sedang atau akan mengerjakan tugas akhir. Proposal penelitian juga harus mendapat persetujuan dosen pembimbing.

Berikut sejumlah ketentuan khusus yang harus dipenuhi mahasiswa sebelum mengajukan bantuan dana penelitian.

  • Memiliki IPK terakhir sekurang-kurangnya 3,35 dari skala 4,00.
  • Program studi minimal terakreditasi A atau Unggul, sedangkan perguruan tinggi sekurang-kurangnya berstatus B atau Baik Sekali sesuai ketentuan dalam pedoman.
  • Menyiapkan proposal riset yang telah disetujui dan ditandatangani dosen pembimbing, serta surat rekomendasi dari pejabat perguruan tinggi atau dosen pembimbing.
  • Melengkapi formulir atau biodata, KTP, Kartu Keluarga, Kartu Tanda Mahasiswa, transkrip nilai, dan surat keterangan aktif kuliah atau KRS.
  • Menyertakan sertifikat akreditasi program studi dan perguruan tinggi, surat pernyataan bermeterai Rp10.000, bahan presentasi riset dalam format PPT, serta hasil tes plagiarisme.
  • Khusus riset bidang desain, ilustrasi digital, dan perfilman, siapkan CV serta portofolio karya. Dokumen ini melengkapi berkas lain yang diminta dalam pendaftaran.

Syarat Lembaga atau Kelompok Riset

Pengajuan kelompok riset dilakukan oleh tim beranggotakan dua sampai lima orang dan memiliki satu ketua. Anggotanya harus akademisi atau praktisi yang masih aktif menjalankan bidang keahliannya.

  • Lembaga riset harus memiliki akta atau surat keputusan pengesahan dari instansi berwenang. Kelompok riset perlu membawa izin tertulis HRD atau pimpinan unit kerja.
  • Seluruh anggota wajib WNI dan tidak sedang mendaftar pada kategori lain dalam program yang sama. Tim juga harus menyusun RAB sesuai batas bantuan maksimal Rp30 juta.
  • Dokumen meliputi formulir dan biodata ketua serta anggota, CV, KTP, kartu pegawai atau ID Card, legalitas lembaga, RAB, dan surat rekomendasi pimpinan atau tokoh instansi.
  • Pendaftar juga menyiapkan surat keterangan dan rekomendasi HRD atau pimpinan unit kerja, surat pernyataan bermeterai Rp10.000, draf proposal, bahan presentasi, serta hasil tes plagiarisme maksimal 25 persen.

Ketentuan Bantuan Biaya Publikasi Ilmiah atau APC

Jalur APC ditujukan bagi penulis pertama atau penulis korespondensi. Artikel yang diajukan harus sudah dinyatakan diterima oleh jurnal dan dibuktikan melalui Letter of Acceptance atau LoA resmi.

Artikel belum diterbitkan dan biaya APC belum dibayar saat pendaftaran. Jurnal tujuan harus terakreditasi Sinta 1, 2, atau 3, atau terindeks Scopus maupun Web of Science.

BAZNAS juga mensyaratkan jurnal masih aktif dan bukan jurnal predator. Penulis sebaiknya memeriksa status indeksasi, surat penerimaan, dan tagihan penerbit sebelum mengirimkan dokumen.

Tema Riset yang Diprioritaskan BAZNAS

BAZNAS memberi perhatian pada penelitian tentang pengumpulan zakat, penguatan ekosistem zakat dan Unit Pengumpul Zakat atau UPZ, serta pengembangan kemitraan dengan berbagai sektor.

Prioritas berikutnya mencakup integrasi zakat dalam pembangunan nasional dan pembahasan isu global. Tema lain tetap bisa diajukan selama hasil penelitian berpotensi memberi manfaat bagi masyarakat.

Pada tahap persiapan, calon peserta sebaiknya menjelaskan hubungan riset dengan persoalan yang ingin diselesaikan, manfaat bagi mustahik, serta kemungkinan hasilnya digunakan oleh pengelola zakat.

Cara Mendaftar Beasiswa Riset BAZNAS 2026

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan yang disediakan BAZNAS. Siapkan berkas sesuai kategori lebih dulu agar pengisian formulir dan pengunggahan dokumen tidak tertunda menjelang penutupan.

  1. Buka tautan petunjuk teknis di https://bazn.as/PanduanBeasiswaRisetBAZNAS2026, lalu unduh pedoman pendaftaran beserta format dokumen yang dibutuhkan.
  2. Mahasiswa jenjang D4 atau S1, S2, dan S3 mengisi formulir melalui https://bazn.as/RisetTugasAkhir26. Mahasiswa S1 program studi MAZAWA menggunakan https://bazn.as/RisetMAZAWA26.
  3. Lembaga atau kelompok riset mendaftar melalui https://bazn.as/RisetKelompok26. Pemohon bantuan publikasi artikel ilmiah menggunakan formulir di https://bazn.as/RisetAPC26.
  4. Isi data sesuai identitas dan kondisi penelitian, kemudian unggah dokumen berdasarkan daftar pada pedoman. Periksa kembali nama berkas, tanda tangan, dan keterbacaan dokumen sebelum mengirim formulir.

Jadwal Pendaftaran dan Hal yang Perlu Disiapkan

Jendela pendaftaran hanya berlangsung sembilan hari kalender, yakni 3 sampai 11 November 2026. Pengiriman berkas ditutup pukul 23.59 WIB pada tanggal terakhir pendaftaran.

Jangan menunggu hari terakhir untuk mengunggah dokumen. Proposal yang belum ditandatangani, surat rekomendasi yang tertinggal, atau laporan plagiarisme yang belum siap bisa menghambat pendaftaran.

Baca pedoman teknis, cek kelayakan kategori, lalu cocokkan setiap berkas dengan daftar persyaratan. Setelah mengirim formulir, simpan bukti pendaftaran untuk kebutuhan pengecekan.